27 Staf RSUD Tarakan Tewas Akibat Tsunami

27 Staf RSUD Tarakan Tewas Akibat Tsunami

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Sebanyak 27 anggota rombongan wisata Koperasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Jakarta, menjadi korban meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12).

"Hingga saat ini data yang masuk, ada 27 orang anggota rombongan yang ditemukan meninggal dunia, termasuk ada yang belum ditemukan sebelumnya, ketika ditemukan dalam keadaan wafat," kata Direktur Utama RSUD Tarakan, Jakarta, Dian Ekawati, Rabu (26/12).

Berdasarkan data terbaru, Dian menambahkan jumlah total rombongan wisata itu berjumlah 79 orang setelah dilakukan perbaikan data dari sebelumnya 83 orang.

"Dari 52 korban selamat, 28 orang sedang dalam proses perawatan terdiri dari 26 orang di Tarakan dan dua lainnya di Serang karena kondisinya masih kritis. Sementara sisanya diperbolehkan pulang," ujar Dian.

Selain merawat anggota rombongan, pihak RSUD Tarakan juga menerima korban tsunami Selat Sunda non-karyawan yang hingga Rabu ini mencapai 22 orang dengan sebagiannya sudah diperbolehkan pulang.

Para korban, ujar Dian, sebagian besar mengalami luka sobek dan patah tulang terutama pada bagian kaki.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengunjungi RSUD Tarakan dan menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung seluruh biaya korban tsunami Selat Sunda yang merupakan warga DKI Jakarta, termasuk biaya pemakaman untuk korban meninggal dunia.

Gelombang tinggi tsunami menerjang kawasan pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan, diduga akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam.

Hingga Rabu siang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana alam tersebut mengakibatkan sebanyak 430 orang meninggal dunia, 1.495 orang luka, 159 orang hilang dan 21.991 orang mengungsi.

Selain itu, bencana alam itu merusak 924 unit rumah, 73 unit hotel dan villa, 434 unit perahu dan kapal, 60 unit warung dan toko, serta puluhan kendaraan. (RED)