Anggota BPK RI Dikukuhkan Guru Besar Spesialis Audit Keuangan Negara

Anggota BPK RI Dikukuhkan Guru Besar Spesialis Audit Keuangan Negara

BRITO.ID, BERITA SURABAYA - Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Prof Harry Azhar Azis dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Spesialisasi Audit Keuangan Negara di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Senin (26/11).

Dalam orasi ilmiahnya, Harry menekankan pentingnya audit keuangan negara untuk memastikan anggaran yang dikeluarkan memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat.

Hal ini diamini Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Mohamad Nasir yang hadir dalam acara itu.

Menristekdikti mengemukakan pentingnya audit untuk kesejahteraan rakyat.

Menurutnya audit tidak hanya penting untuk ketaatan administrasi saja, namun juga harus ditekankan manfaat bagi masyarakat atas penggunaan anggaran tersebut.

"Indikator kesejahteraan harus jadi sentral dalam penganggaran. Ini penting sekali dimana audit memang tujuannya untuk mencapai kesejahteraan (rakyat)," katanya.

Sementara Rektor Universitas Airlangga Prof Mohammad Nasih menyarankan kepada BPK agar tidak terlalu fokus pada kesalahan-kesalahan administrasi yang sifatnya kecil karena pihaknya mengkhawatirkan bahwa tindakan itu bisa menghambat inovasi.

"Proses auditing selama ini fokusnya masih terlalu banyak di aspek-aspek yang sifatnya administratif. Kawan-kawan BPK masih dianggap auditee sebagai pihak yang menghambat kemajuan dan percepatan kita semua. Mau lari, takut, mau meneliti, takut, mau menemukan stem cell, takut," katanya.

Menurutnya perasaan takut tersebut bukan hanya dirasakan lembaganya, tapi juga dirasakan kementerian atau lembaga lain yang sedang menjalani proses audit.

Ia menambahkan audit dibidang administrasi sangat menyita waktu lembaga yang sedang diaudit karena harus menyiapkan bukti-bukti transaksi untuk dipertanggungjawabkan.

Nasih meminta kedepannya agar audit BPK lebih difokuskan pada pencapaian tujuan organisasi yakni ekonomis, efektif dan efisien.

"Bukan hanya disoal administrasinya tapi agar auditor fokus pada hal yang lebih substansial lagi," lanjutnya.

Dalam acara pengukuran guru besar tersebut, juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh bangsa diantaranya anggota DPR Akbar Faizal, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Suharso Monoarfa, mantan Ketua DPR Akbar Tanjung, mantan Menpan RB Asman Abnur, mantan Ketua DPR Marzuki Alie, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan sejumlah mantan Rektor Unair. (red)