Bikin Geram! Sekelompok Siswi SMAN Persekusi Seorang Siswa, yang Lain Merekam dan Viral

Sebuah video yang memperlihat sekelompok siswi mempersekusi seorang siswa di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial, Sabtu (23/10/2021). Video yang berdurasi sekitar 31 menit tersebut memperlihat beberapa siswi memukuli seorang siswa yang sedang duduk di rerumputan.

Bikin Geram! Sekelompok Siswi SMAN Persekusi Seorang Siswa, yang Lain Merekam dan Viral
Sebuah video yang memperlihat sekelompok siswi persekusi seorang siswadi kabupaten wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial, Sabtu (23/10/2021). Pelaku persekusi sedang berada di SMA 1 untuk melakukan mediasi. (ist)

BRITO.ID, BERITA VIRAL – Sebuah video yang memperlihat sekelompok siswi mempersekusi seorang siswa di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial, Sabtu (23/10/2021).

Video yang berdurasi sekitar 31 menit tersebut memperlihat beberapa siswi memukuli seorang siswa yang sedang duduk di rerumputan.

Belakangan diketahui sekelompok siswi tersebut merupakan siswi SMA Negeri 2 Wangi-wangi, sedangkan siswa korban persekusi dari SMA Negeri 1 Wangi-wangi.

“Saya tegaskan kepada pihak SMA Negeri 1 Wangi-wangi dan SMA Negeri 2 Wangi-wangi untuk mengambil tegas terhadap kejadian ini,” kata Kepala Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Masidi, Sabtu (23/10/2021).

Peristiwa persekusi tersebut terjadi ketika pelajaran sekolah sedang berlangsung.

Terlihat seorang siswi memegang rambut seorang siswa yang sedang duduk dan mengeluarkan kalimat.

Tak lama kemudian, siswi tersebut melakukan penganiayaan terhadap siswa tersebut. Lalu diikuti siswi yang lainnya.

Beberapa siswa lainnya bukannya melerai, malah menonton dan merekamnya dengan ponselnya, sehingga video tersebut menjadi viral di media sosial.

Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra di Wakatobi kemudian melakukan upaya mediasi bersama dengan pihak sekolah SMA Negeri 1 Wangiwangi dan SMA Negeri 2 Wangiwangi.

“Saya berharap kejadian ini terjadi untuk yang terakhir kalinya, karena ini sangat menciderai pendidikan di Wakatobi,” ujar Masidi.

Masidi mengaku, peristiwa ini belum diketahui secara pasti penyebab terjadi persekusi tersebut karena belum ada keterangan dari korban sendiri.

Sementara keluarga korban yang tidak terima dengan peristiwa persekusi tersebut langsung melaporkan ke kantor polisi terdekat.

Sumber: Kompas.com
Editor: Ari