Guru Berprestasi Muarojambi Bakal Diumrohkan Gratis, Ini Syaratnya...

Guru Berprestasi Muarojambi Bakal Diumrohkan Gratis, Ini Syaratnya...

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Guru berprestasi (Gupres) di Muarojambi pada tahun 2019 ini dijanjikan akan diberangkatkan umroh gratis oleh Pemerintah Daerah. Minimal dua atau tiga orang Gupres di Muarojambi yang akan diumrohkan nanti.

 

"Benar (Guru berprestasi akan diberangkatkan umroh gratis ke tanah suci, red). Anggarannya kita usahakan di ABPD-P tahun ini. Jumlahnya tidak banyak, dua atau tiga orang guru. Untuk tahun berikutnya akan menyusul lagi," kata Bupati Masnah Busro, saat ditanyai BRITO.ID di rumah dinasnya beberapa waktu lalu.

 

Masnah menjelaskan bahwa guru berprestasi yang berhak untuk diberangkat akan ditentukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muarojambi. Dirinya sudah mengintruksikan agar instansi terkait menyeleksi calon guru yang berhak mendapat hadiah itu.

 

"Guru berprestasi itu ada kriterianya. Dilihat dari cara mengajarnya, dedikasinya, termasuk dari nilai uji kompetensi gurunya. Intinya kita serahkan kepada instansi terkait untuk menentukannya," kata Masnah.

 

Bupati Masnah menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan pemerintah sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan. Dia berharap program ini menjadi rangsangan bagi guru untuk berlomba-lomba dalam berkarya dan berbuat yang terbaik bagi Muaro Jambi.

 

"Saya berharap para guru bisa mengabdi dengan sungguh-sungguh. Karena maju atau tidaknya suatu daerah sangat dipengaruhi kualitas guru dan kualitas pendidikannya," kata Masnah.

 

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muarojambi Erwanisah melalui Kabid Ketenagaan Firdaus menyebut bahwa predikat Gupres yang disematkan kepada para guru di Muarojambi sudah melalui proses seleksi dan penilaian sesuai aturan dalam Permendikbud. Proses penilaian dan seleksinya mulai dilakukan dari sejak tingkat bawah hingga ke Provinsi.

 

"Dimulai penilaian sejak area kecamatan, gupres di kecamatan yang terseleksi akan mengikuti penilaian di tingkat kabupaten dan terus berjenjang sampai ke Provinsi," kata Daus.

 

"Jadi dalam prosesnya dilakukan secara akuntabel dan kualitatif," timpalnya. (red)

 

Kontributor : Romi R