Jadi Ahli Kasus Kredit Fiktif, Mantan Mikro Mandiri Manajer Jelaskan Ini...

Jadi Ahli Kasus Kredit Fiktif, Mantan Mikro Mandiri Manajer Jelaskan Ini...
Mikro Mandiri Manager (MMM) Bank Mandiri, Totok jadi saksi (Hendro/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Tiga terdakwa kasus kredit fiktif di KSM Bank Mandiri Tebo, kembali menjalani persidangan, dengan agenda pemeriksaan saksi. 

Kali ini penuntut umum menghadirkan seorang ahli, yang merupakan Mikro Mandiri Manager (MMM) Bank Mandiri, Totok.

Dihadapan majelis hakim yang dipimpin Hakim Erika Sari Emsah Ginting, ahli membeberkan beberapa pengetahuannya terkait persyaratan peminjaman kredit.

"Semua yang melakukan pengajuan pinjaman kredit, harus memenuhi persyaratan yang diminta. Seperti Sk CPNS, Sk PNS, Taspen," katanya, Selasa (6/8).

Jika tidak ada salah satu dari persyaratan ini, maka pihak bank wajib meminta untuk dipenuhi.

"Kalau kurang lengkap, maka akan diminta untuk dilengkapi. Tapi kalau SK berkala bisa, hanya saja pinjamannya kecil," ungkapnya.

Namun saat menjawab salah satu pertanyaan hakim anggota, ahli menyatakan bahwa bagi calon nasabah yang tidak memiliki persyaratan ini maka pinjamannya ditolak. 

Padahal dalam kasus ini terhadap sejumlah debitur yang mengajukan pinjaman kredit hanya dengan menggunakan SK berkala. 

Diketahui ketiga terdakwa dalam kasus ini yakni Toni Chandra, Irfan dan Farida. Ketiganya dinyatakan telah merugikan keuangan negara mencapai Rp2,6 Miliar.

Kasus ini berawal dari pemberian fasilitas layanan KSM di Bank Mandir, kepada pegawai BPMD dan PPT Jambi. Kasus ini terjadi pada 2013 lalu, saat Bank Mandiri melakukan kerjasama dengan dinas BPMD DAN PPTProvinsi Jambi, untuk mendapatkan bantuan kredit. (RED)

Kontributor : Hendro