Kisah Mencekam Puluhan Korban Ditabrak Pelaku Gunakan Mobil, Sempat Teriak 'Kafir'

Kisah Mencekam Puluhan Korban Ditabrak Pelaku Gunakan Mobil, Sempat Teriak 'Kafir'
Istimewa

BRITO.ID, BERITA MAKASSAR - Rusmasliah menceritakan detik-detik dia dan puluhan pengendara motor menjadi korban tabrak lari dari mobil yang dikendarai Baharuddin di Jl Urip Sumoharjo, Makassar. 

Rusmaliah harus dirawat inap di rumah sakit usai menderita sejumlah luka di tubuhnya.

Menurut Rusmaliah, ia berboncengan sepeda motor dengan seorang rekannya bernama Emilia. Kecelakaan dialami keduanya saat melintas di depan Kantor Gubernur Sulsel.

"Saya dari Poletekpar (kampus korban) mau ke Telkomas. Saya depan Kantor Gubernur, terus saya bagusji jalanku sebelah kiri, ya di pinggir," ujar Rusmaliah kepada wartawan di RS Ibnu Sina, Rabu (26/2/2020).

"Tiba-tiba ada mobil menyalip ndag saya lihat, menabrak dan jatuh ma. Temanku itu sampai terbang (terlempar hingga 5 meter), terus saya keseret motor, karena kan saya yang bawa itu motor," sambung Rusmaliah.

Menurut Rusmaliah, saat terjatuh ia mendengar sejumlah warga berteriak bahwa ada korban lagi.

"Dia bilang 'adami lagi natabrak', jadi kayaknya saya bukan korban yang pertama, karena dia sudah dikejar memang mi dan ada yang bilang ada korban lagi," ujar Rumaliah.

Selain itu, katanya lagi, saat berdiri dia masih sempat melihat 2 kendaraan di depan matanya menjadi korban tabrak lari.

Sementara seorang korban lainnya, Muhar mengaku ditabrak saat berkendara motor bersama istri dan 2 orang anaknya yang masih berumur 4 dan 2 tahun.

"Alhamdulillah saya sama anakku cuma lecet Pak, cuma istriku yang harus dirawat di sini karena lukanya lumayan banyak," katanya.

Diberitakan sebelumnya, insiden tabrak lari terhadap puluhan pengendara motor ini terjadi di Jl Urip Sumoharjo, sekitar pukul 19.30 Wita, Selasa (25/2). Baharuddin selaku pengendara diamuk massa hingga babak belur.

Baharuddin juga disebut sempat berteriak kafir kepada korban yang ditabrak. Hal itu disampaikan istrinya, Fatimah ke polisi.

"(Semua yang ditabrak) dibilangi kafir menurut keterangan istrinya. Termasuk istrinya sendiri diancam," ujar Kepala SPKT III Polsek Panakkukang Ipda Ambo Tang kepada wartawan di Polsek Panakkukang.

Namun polisi mengatakan, Baharuddin diduga mengalami masalah kejiwaan lantaran disebut istrinya pernah menjalani pengobatan psikiater selama 3 tahun.

Sumber: detikcom
Editor: Ari