Optimalkan PAD, BPPRD Gandeng Dinas Perizinan

Optimalkan PAD, BPPRD Gandeng Dinas Perizinan

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Dalam rangka Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di bidang usaha perkebunan, Badan Penggelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) akan melakukan Komunikasi dengan Dinas Penanamam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Hal ini dimaksudkan agar setiap perusahaan di wilayah Kabupaten Sarolangun dalam pengurusan izin membayar pajak BPHTB dulu.

"Kita sudah melaksanakan koordinasi dengan dinas satu pintu dan dinas perkebunan,jika ada perusahaan asing yang masuk dan ingin berinvestasi di Kabupaten Sarolangun harus menunjukan bukti pembayaran BPHTB. Baru bisa mendapat rekomendasi atau melakukan pengurusan perizinan,"kata Kepala BPPRD Ahmad Zaidan, melalui Kabid PBB dan BPHTB Jupri ketika dijumpai Brito.id Selasa(12/02)

Jupri mengatakan tujuannya adalah agar seluruh perkebunan dan perusahaan lain di Kabupaten Sarolangun bisa membayar pajak dan dapat meningkatkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kabupaten Sarolangun

"Saat ini kami sedang berupaya untuk mengoptimalkan beban PAD. Karena semua investasi butuh tanah, jadi harus bayar BPHTB terlebih dahulu," urainya.

Jupri melanjutkan,setiap dinas bekerja secara sendiri-sendiri. Sehingga BPPRD sering kali kecolongan dalam peningkatan PAD. Kedepan, dirinya berharap, dengan adanya kerjasama yang baik, instansi terkait yakni perizinan bisa memasukkan wajb setor pajak BPHTB kedalam persyaratan untuk pengurusan izin.

"Beban PAD kita sangat tinggi tahun ini jika dibandingkan tahun lalu. Sebelumnya, target pajak pada tahun 2018 hanya 5 miliar, sementara 2019 ini ditargetkan menjadi 23 miliar.  Sehingga kami harus lebih ekstra ketat dalam pengoptimalan wajin pajak,"ungkapnya.

"Hal ini juga,dilakukan seiring dengan komitmen DPRD Sarolangun kepada BPPRD dalam hak kewajinan pajak BPHTB, terutaman perusahan tambang dan perkebunan yang ada di Kabupaten Sarolangun,"pungkasnya. (Arfandi/Adv)