Digunakan Ani Yudhoyono Sebelum Wafat, Ini Bedanya Respirator dengan Ventilator

Digunakan Ani Yudhoyono Sebelum Wafat, Ini Bedanya Respirator dengan Ventilator
Ani saat bersama putra sulungnya AHY. (ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Ani Yudhoyono sempat menggunakan alat bantu pernapasan respirator sebelum akhirnya berpulang pada Sabtu (1/5/2019). Kondisi Bu Ani sempat membaik namun tiba-tiba menurun.

"Kondisinya tidak sadar karena beliau mengalami gagal napas, sehingga beliau memakai respirator, sehingga mau nggak mau harus ditidurkan beliau," ujar dr Terawan Agus Putranto di National University Hospital (NUH), Singapura, Sabtu (1/6/2019).

Dokter ahli kesehatan dr Mia Elhidsi, SpP dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Perhabatan menjelaskan, respirator biasa digunakan untuk menyaring oksigen yang masuk. Penyaringan bertujuan membersihkan oksigen sehingga tidak ada patogen dalam tubuh pasien. Respirator sedikit berbeda dengan ventilator yang juga kerap digunakan dalam penanganan kegawatan gangguan napas.

"Kuncinya adalah kondisi bisa atau gagal napas pada pasien. Pasien yang masih bisa napas namun kadar oksigen dalam tubuh sangat minim biasanya menggunakan respirator. Pada pasien yang gagal napas diindikasikan paru yang tidak bisa kembang kempis digunakan ventilator. Kesehatan dan kondisi lain pada pasien ikut menentukan apakah menggunakan ventilator atau respirator," kata dr Mia pada detikHealth.

Ventilator memberi oksigen dengan tekanan dan volume sesuai kebutuhan pasien, serta mengeluarkan zat sisa proses pernapasan dari paru pasien. Ventilator akan mendorong oksigen masuk pada paru yang tidak lagi bisa menerapkan fungsi ventilasi. Dengan kegunaan ini, ventilator mengganti napas pada pasien yang mengalami kegagalan bukan sekadar memasok oksigen.

Selain fungsi, prosedur penggunaan ventilator dan respirator juga berbeda. Respirator biasa digunakan tanpa melukai tubuh pasien. Sedangkan ventilator identik dengan tindakan invasif untuk membuat lubang yang biasanya dekat trakea. Lubang ini menjadi tempat masuknya pipa menuju trakea yang akan membantu proses pernapasan pada pasien. Oksigen dan zat sisa proses pernapasan selanjutnya mengalir lewat pipa atau selang tersebut.

Meski membantu proses pernapasan, ventilator bukan obat karena tidak bisa mengembalikan fungsi paru seperti semula. Proses pengobatan dan pertimbangan medis kerap tidak bisa mengetahui batas waktu pasien menggunakan ventilator. Dengan kondisi ini, biasanya tim dokter dan pasien akan berdiskusi terkait opsi lain untuk membantu pasien seperti dilansir detikcom. (RED)