H-2 Lebaran, Disnakkan Sarolangun: Harga Daging Bisa Naik Rp140 Ribu

H-2 Lebaran, Disnakkan Sarolangun: Harga Daging Bisa Naik Rp140 Ribu
elaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Kabupaten Sarolangun, Asnawi. (Arfandi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Kabupaten Sarolangun, Asnawi mengatakan persediaan daging menjelang lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 Miladiyah aman.  Dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

"Kebutuhan lebaran tidak ada melesat, kita ada stock ternak di petani yang tersebar di setiap Kecamatan dan di setiap pedagang, jadi lebih dari aman kalau stock, sebab sudah kami cek di lapangan, stock ternak itu sudah disiapkan sekian ratusan ternak pada dua bulan lalu,pedagang juga sudah menyiapkan," katanya kepada BRITO.ID, Jumat (24/05/2019).

 

Ia juga menjelaskan pihaknya akan berupaya bersama dinas terkait untuk mengantisipasi kenaikan harga daging,agar tidak terlalu tinggi menjelang lebaran nanti. 

 

Sebab menurut pengamatannya, setiap tahun menjelang lebaran selalu terjadi kenaikan harga daging, bisa mencapai di angka Rp140 ribu perkilo gramnya.

 

"Harga dinamis pasti naik. Cuma tidak dominan, palingan H-2 lebaran dari jam 6 pagi hingga jam 8 bisa tembus Rp120 ribu hingga Rp140 ribu, setelah jam 08.00 keatas bertahan di Rp130 ribu. Tapi kalau diatas jam 10. 00 hingga 12.00 harga turun lagi, Rp110 ribu hingga  Rp 120 ribu, setiap tahun seperti itulah harga,Kita perhatikan dan amati," katanya.

 

Sementara untuk harga daging ayam potong bisa berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu perkilonya. Sama, kenaikannya bisa terjadi pada beberapa hari jelang lebaran nanti. Kalau Ayam potong tidak begitu banyak diproduksi, biasanya Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu.

 

"Naiknya berapa jam, sudah tuh turun lagi. Kalau ayam kampung, stocknya aman. Daging ayam aman, dan telor itu tanda tanya karena kita masih tergantung dengan produk luar. Kita himbau kepada peternak jaga kesehatan ternaknya masing-masing dan jangan terpengaruh dengan isu-isu negatif yang datang dari agen atau pasar," katanya. (red)

 

Reporter : Arfandi S