#IndonesiaCallsCarterCenter Trending Topic, Kubu 02 Minta Carter Centre Pantau Pemilu 2019



#IndonesiaCallsCarterCenter Trending Topic, Kubu 02 Minta Carter Centre Pantau Pemilu 2019
Lembaga pemantau pemilu independen internasional (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Netizen ramai mengundang salah satu NGO besutan mantan Presiden US, Jimmy Carter, The Carter Centre untuk menjadi salah satu pemantau Pemilu 2019 dari luar negeri. Hal itu nampak jelas dalam trending topic di media sosial Twitter yang mana tanda pagar (tagar) #IndonesiaCallsCarterCenter menduduki topik teratas.

Akun Twitter milik Anggota Direktorat Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur, Ferdinand Hutahaean, @Ferdinand_Haean misalkan. Ia menulis jika Indonesia tengah butuh pemantauan dari lembaga asing itu. "Hello @CarterCenter please come to Indonesia, We need You here please..!!", tulis Ferdinand yang juga politisi Partai Demokrat, Selasa (26/3).

FERDINAND [email protected]_Haean Hello @CarterCenter please come to Indonesia, We need You here please..!! #IndonesiaCallsObservers 117 08.27 - 26 Mar 2019

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso juga menuliskan unggahan serupa di akun twitternya. Ia mengundang @CarterCenter berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu Indonesia 2019.

Priyo Budi [email protected] Indonesia calls @CarterCenter To participate in the Presidential Election Observation in Indonesia April 17, 2019#IndonesiaCallsCarterCenter#RemoveTheNgaciroVirus @Twitter @facebook @Google @democracynow @amnesty @hrw @EU_Commission @washingtonpost @AP @nytimes 640 18.39 - 26 Mar 2019

Perlu diketahui, sejauh ini The Carter Centre merupakan sebuah NGO yang bergerak di bidang kemanusiaan, perdamaian, kesehatan, pembangunan, dan lain sebagainya. The Carter Centre sendiri sudah berkali-kali menjadi pemantau pemilu di Indonesia.

Di antaranya pada Pemilu 1999, Pemilu 2004, dan Pemilu 2009 seperti dilansir nusanews. Di sisi lain, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI baru-baru ini telah mengakreditasi puluhan lembaga pemantau Pemilu. 49 lembaga di antaranya dari dalam negeri, sedangkan 2 lembaga berasal dari luar negeri. (Red)