Ini Besaran Zakat Fitrah 1440 H oleh Kemenag Sarolangun



Ini Besaran Zakat Fitrah 1440 H oleh Kemenag Sarolangun
Kepala Kemenag Sarolangun, H M Syatar. (Arfandi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Kementrian Agama Kabupaten Sarolangun bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sarolangun serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun, Tokoh Agama hingga ormas Islam, baru-baru ini melakukan rapat koordinasi penetapan standar zakat fitrah 1440 H/2019 M.

 

Kepala Kemenag Sarolangun, H M Syatar, Rabu (16/05/2019) mengatakan bahwa sesuai hasil rapat koordinasi di kementrian agama tersebut di tetapkan beberapa hal. Diantaranya Badan Amil Zakat (Petugas zakat) yang dibentuk pada masing-masing tempat agar ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Desa/Lurah.

 

Pembentukan panitia amil zakat harus disahkan oleh Kepala Desa atau Lurah bertujuan agar petugas ini tidak sembarangan dan tidak bisa langsung pegawai syarak jadi petugas amil, paling tidak memiliki surat tugas dari kepala desa atau lurah.

 

Lalu, bagaimana dengan besaran zakat fitrahnya? katanya, untuk besaran zakat fitrah ini ditetapkan ada dua jenis pendapat dari para ulama.

 

Pertama, zakat fitrah diberikan dalam bentuk beras 2,5 Kg/orang sesuai dengan jenis beras yang biasa di konsumsi (menurut jumhur ulama).

 

Kedua, zakat fitrah boleh diberikan dalam bentuk uang (menurut imam hanafi) dengan ukuran 3,8 Kg, dengan besaran harga atas empat tingkatan, yakni (1) kualitas tertinggi Rp Rp 52.000 (beras pandan wangi, solok dan sejenisnya), kualitas tinggi Rp 48.000 (beras anggur dan BJ, dan sejenisnya), kualitas menengah Rp 42.000 (beras belido, raja, naruto dan sejenisnya) dan kualitas rendah Rp 38.000 (beras lele, MT, dan sejenisnya).

 

"Untuk penentuan standar zakat fitrah tahun 1440 H/2019 M kita kemenag bekerja sama dengan MUI dan pemerintah daerah, untuk menentukan besaran zakat fitrah

bekerja sama dengan perindagkop untuk survey harga," kata M Syatar.

 

Besaran zakat fitrah dalam bentuak uang ini, jika dibandingkan tahun lalu katanya mengalami penurunan.  Sebab, tahun lalu dalam menentukan harga beras tim survey turun ke lapangan langsung (pedagang. red), maka untuk kualitas tertinggi saja sebesar Rp 57.000 dan tahun ini hanya Rp 52.000 karena harga beras sudah dilakukan survey oleh Dinas Perindustrian, perdagangan, UMKM, dan Koperasi.

 

"Saat ini kita tinggal menunggu tanda-tangan MUI dan Pak Bupati, baru kita edarkan. Dari camat ke desa, kalau kita nanti ke Kua lalu ke desa-desa. Pembayaran zakat fitrah dianjurkan melalui petugas amil zakat yang resmi karena masih ada masyarakat kita itu yang mgantar ke guru ngaji, padahal kita menghindari pemerataan bagi penerima zakat," katanya.

 

Untuk pemberian zakat fitrah ini, katanya mulai sekarang masyarakat sudah boleh, akan tetapi biasanya seminggu sebelum lebaran masyarakat sudah mulai memberikan dan tentunya pemberian zakat fitrah ini jangan sampai nanti setelah sholat idul fitri, karena itu akan dianggap jadi sedekah.

 

"Zakat ini adalah salah satu rukun islam, para ulama mengatakan tidak sampai amal puasa kita kepada Allah, kalau kita tidak mengeluarkan zakat, itu pentingnya zakat fitrah. Mensucikan harta serta mengharapkan berkah dari Allah SWT," katanya. (red)

 

Reporter : Arfandi S