Kamu Budak Coding? 4 Derita Programer yang Tidak akan Dirasakan Sama Profesi Lain

Kamu Budak Coding? 4 Derita Programer yang Tidak akan Dirasakan Sama Profesi Lain
Ilustrasi

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Ceritanya dari pengalaman pribadi dan ngobrol sama temen yang kebetulan kerjaannya sama-sama jadi kuli koding. Mulai dari yang menyenangkan sampai yang cerita yang tidak enak di hati buat didengar. Lebih seringnya sih share yang gak enaknya. Senangnya hanya pas kerjaan selesai, tarik nafas bentar dan here it goes, kerjaan pun kembali menyapa.


1. Masuk ke mimpi

Sebenernya ada penjelasan ilmiah untuk hal yang satu ini. Menurut para ahli, kegiatan di siang hari yang dilakukan secara berlebihan dan terlalu diporsir, secara tidak langsung akan mempengaruhi alam bawah sadar kita. Sehingga, saat kita beristirahat pun, kegiatan itu akan merasuki mimpi kita. Dan kita berasumsi, jikalau jadi seorang artis sinetron, mungkin mimpinya adalah berakting dengan Dude Harlino atau Riza Shahab. Hehe..

 

2. Terinspirasi disaat yang tidak tepat

Nah, ini sebenrrnya agak rumit dan complicated. Pernah dapet logika alur program waktu lagi di kamar mandi. What the ****!! Atau pas di angkot, yang tiba-tiba agak menjerit perlahan. Tapi sialnya, pas mau diimplementasi ke aplikasinya, kok yaa tiba-tiba ilang itu inspirasinya, Kok KZL yak. Maka dari itu sekarang kalo bepergian selalu bawa buku catatan kecil, biar kalo tiba-tiba inspirasinya dateng bisa dicatat. 

3. Suka disangka orang aneh

Emang ada yang salah ya, kalo kita mikir/bengong di suatu tempat. Terus terinspirasi dan bilang: "Oh, gitu toh!," Oh jadi caranya salah," "Oh harusnya kesini, eh bukan bukan", "Oh harusnya saya bikin fungsi ini dulu trus diload ulang". Tiba-tiba saja orang lain di sebelah atau yang lagi lewat ngeliat dengan kaget. Yaa, jadi gue ikutan kaget dong, dan inspirasi hilang lagi,

4. Dipaksa multitasking

Nah kalo satu ini derita yang paling laris dialami. Dia harus ngerjain desain web, back end - front end, sampai harus mikirin sistem keamanan server. (*)