Kemajuan Teknologi Bisa Menggerus Jati Diri Orang Sangihe



Kemajuan Teknologi Bisa Menggerus Jati Diri Orang Sangihe
Adat istiadat. (ist)

BRITO.ID, BERITA KEPULAUAN SANGIHE - Bupati Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jabes Ezar Gaghana, mengajak seluruh warganya agar menggali dan melestarikan adat istiadat daerah Sangihe.

"Kami mengajak warga untuk melestarikan adat istiadat," kata Bupati di Tahuna, Minggu (20/1).

Menurut dia, bila tidak dilestarikan dikhawatirkan dengan kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi akan manggerus jati diri sebagai orang Sangihe.

Bupari menyampaikan hal itu dalam sambutannya usai melantik 15 camat sebagai Ketua Adat di wilayahnya masing-masing ketika membuka kegiatan 'medaseng' di desa Bira, kecamatan Tabukan Tengah.

Dia meminta agar para camat mengkordinir upaya-upaya pelestarian nilai-nilai budaya serta kearifan lokal daerah.

Sebagai contoh, kata Bupati, saat inl banyak siswa SD yang sudah tidak lagi memakai bahasa asli Sangihe sebagai bahasa pengantar dalam keseharian.

"Lama kelamaan generasi muda bisa keehilangan jati diri sebagai orang Sangihe,"ujarnya.

Menurut Bupati, saat ini belum terlambat untuk memulihkannya.

Pada apel perdana ASN pada 3 Januari 2019, kata Bupati, telah dicanangkan penggunaan bahasa daerah Sangihe sebagai bahasa pengantar dalam pergaulan sehari-hari, terutama saat bertegur sapa.

"Kebiasaan ini harus diterapkan, dimulai dari lingkungan keluarga sendiri,"tegas Bupati Perayaan pesta adat Tulude pada 31 Januari 2019 akan menjadi momentum yang baik untuk mengawali gerakan 'kembali ke Sangihe' dalam artian jati diri dan kepribadian.

Ketua Panitia peringatan HUT Kabupaten Kepulauan Sangihe ke- 594 dan "Tulude", Olga Makasidamo, menjelaskan, selain menampilkan pagelaran seni budaya semalam suntuk, pada acara makan malam bersama akan disediakan sebuah 'saung' khusus yang bernuansa daerah Sangihe.

"Kami akan menyediakan 'meja adat' dengan menu asli Sangihe dan termasuk alat makannya menggunakan alat makan asli Sangihe," katanya.(red)