Kepala BPBD Sarolangun Keluhkan Sarana Antisipasi Banjir Banyak yang Rusak



Kepala BPBD Sarolangun Keluhkan Sarana Antisipasi Banjir Banyak yang Rusak
Kaban BPBD Sarolangun, Trianto. (Arfandi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun mengeluhkan sarana dan prasarana ketika menghadapi bencana banjir.

 

"Saat ini kita masih kekurangan sarana dan prasarana yang ada," ungkap Kaban BPBD Sarolangun, Trianto dikonfirmasi BRITO.ID Senin (15/4/2019).

 

"Untuk perahu karet hanya punya 2 unit. Sementara satunya sudah bocor dan rusak. Kemudian tenda pengungsian juga sudah banyak yang rusak, kalau terjadi banjir serentak kita kadang kebingungan lakukan evakuasi," lanjutnya

 

BPBD pun memiliki tenda sayangnya banyak yang rusak dan patah. “Kita harus mengcover luasan wilayah desa di bantaran sungai cukup luas. Setiap ada banjir perahu karet sudah standby di lokasi," katanya

 

menyikapi hal ini pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan ke pihak Provinsi dan pusat. "Kalau anggaran kebutuhan operasional APBD kita sudah cukup, cuma perlu juga kita usulkan lagi minimal nambah sarpras. Disamping nunggu bantuan dari provinsi dan pusat," katanya lagi

 

Selain sarana dan prasarana jumlah personil terbatas dikeluhkannya. Untuk menanggulangi banjir dibutuhkan personil Tim Reaksi Cepar (TRC) minimal 30 orang.

 

"Untuk jumlah personil TRC kita juga kurang cuma 12 orang. Jika banjir bandang capeknya luar biasa," keluhnya.

 

"Terkadang kasihan juga kita lihat anggota harus kulu-kilir antar desa. Bahkan antar kecamatan, apalagi yang sudah tua. Nah kedepan kita butuh anak anak muda yang tahan banting. Tapi Alhamdulillah ada anggaran SPPD nya," tambahnya. (red)

Reporter : Arfandi