KIA di Jambi Belum Optimal, Arief: Minim Blangko dan Biaya Kartu Mahal

KIA di Jambi Belum Optimal, Arief: Minim Blangko dan Biaya Kartu Mahal
KIA di Jambi Belum Optimal, Arief: Minim Blangko dan Biaya Kartu Mahal

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Puluhan ribu anak menjadi target program Kartu Identitas Anak (KIA) di Provinsi Jambi, hingga kini masih belum tercover secara maksimal. Penyebabnya, pelaksanaan program ini masih terkendala berbagai persoalan.

 

Di antaranya keterbatasan blangko serta minimnya anggaran di Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil). Hal itu diakui Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi, Arief Munandar.  

"Belum semua daerah bisa cetak, karena itu tadi, keterbatasan anggaran," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (8/3).

 

Arief mengatakan, untuk di Jambi sebanyak hampir 60 ribu KIA yang harus dicetak dan belum terpenuhi. Jika dibandingkan tahun lalu, yang telah cetak KIA ada di Kota Sungai Penuh, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

 

"Sedangkan untuk tahun ini Kota Jambi sudah cetak KIA," ujarnya.

 

Ditanya mengenai berapa anggaran yang dibutuhkan, Arief enggan menyebut secara rinci. Pastinya, kata dia, jika kualitasnya bagus, maka biayanya tinggi.

 

“Kami yakin semuanya belum bisa terpenuhi, selain biaya mahal karena kualitas kartu, juga minimnya ketersediaan blanko itu tadi dan membutuhkan biaya cukup besar," tegasnya.

 

Mengapa demikian? Arief mengatakan karena dinamika penduduk yang begitu dinamis, sehingga menyebabkan tingginya kebutuhan blanko seperti perpindahan tempat dan perubahan status.

 

“Ini sedang kita upayakan kedepannya,"ujarnya.

 

Sementara itu, Arief menyampaikan bahwa fungsi dari KIA ini seperti layaknya KTP dan manfaatnya di antaranya untuk pendidikan, keimigrasian, kesehatan, dan lain-lain. Dimana program KIA sendiri, menyasar anak usia dibawah 17 tahun. (red)

 

Repoter : Dewi Yana Safitri