Kok Bisa? Serapan Anggaran Minim Dinas PUPR Sarolangun Belum Memfinalkan Perencanaan

Kok Bisa? Serapan Anggaran Minim Dinas PUPR Sarolangun Belum Memfinalkan Perencanaan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ibnu Ziyadi. (Arfandi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Realisasi serapan anggaran APBD Kabupaten Sarolangun hingga awal triwulan dua tahun 2019 masih minim.

 

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mencatat serapan anggaran diperkirakan belum mencapai 20 persen dari total APBD Sarolangun sebesar Rp1,4 Triliun.

 

Serapan anggaran tersebut didominasi dari pencaiaran kegiatan rutinitas dari masing-masing OPD. Sementara pencairan dari pihak ketiga atau rekanan berbagai proyek hingga kini belum masuk ke BPKAD. Saat ini kebanyakan proyek pembangunan masih dalam proses pelelangan dan masa kontrak.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ibnu Ziyadi, mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih menyiapkan dan memfinalkan perencanaan terhadap proses pelelangan dari seluruh paket proyek pembangunan.

 

"Dari Dinas PU sebenarnya sekarang masih menyiapkan memfinalkan perencanaan. Disamping itu ada penyesuaian di ULP masalah aturan lelang, karena sistem yang baru mau tidak mau kita menyesuaikan aturan itu," kilahnya.

 

Ia juga menjelaskan untuk mempercepat proses lelang tersebut, dirinya sudah menyurati para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

 

"Untuk segera memproses baik yang PL maupun yang tender, dan sebagian saya lihat sudah muncul di website pengumuman lelang. Lumayan banyak paket karena kegiatan-kegiatan aspirasi dari DPRD juga masih ada di PU. Kalau jembatan sudah ada yang kontrak dan ada juga yang lelang, dan PL sudah ada dalam proses," katanya. (red)

 

Reporter : Arfandi S