Massa Demo Kantor Bupati Sarolangun, LSM: Kami Sedih Negeri Kita Dihancurkan Orang Tak Bertanggungjawab

Massa Demo Kantor Bupati Sarolangun, LSM: Kami Sedih Negeri Kita Dihancurkan Orang Tak Bertanggungjawab
Massa mengatasnamakan LPPN RI demo Kantor Bupati Sarolangun. (Arfandi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Puluhan mengatasnamakan LSM LPPN RI Gruduk Kantor Bupati Sarolangun Kamis (14/03). Kedatagan mereka memintak Pemkab Sarolangun untuk tidak mempanjang Rekomendasi Izin HGU PT Argoindo Panca Tunggal Perkasa (APTP) yang beraktivitas di Kabupaten Sarolangun.

 

Dari Pantauan di lapangan, massa dari LPPNRI mendatangi Kantor Bupati Sarolangun sekitar pukul 10.30 WIB.

 

"Belum ada titik temu penyelesaian antara PT APTP dengan masyarakat, kami minta kepada bapak bupati agar tidak mengeluarkan rekomendasi perpanjangan izin  HGU PT APTP," kata Ahmad Sodikin ketika orasi di depan Kantor Bupati Sarolangun.

 

"Sudah jelas. Tidak ada merasakan dampak dari adanya perusahaan tersebut. Kami minta hari ini ada kebijakan yang pro rakyat. Hari ini masyarakat Kelurahan Gunung Kembang meminta keadilan. Ini negeri kita, sedih sekali negeri kita ini dihancurkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tambah Iskandar salah satu pendemo

 

Ali Saputra salah satu petani ketika dikonfirmasi mengatakan pada 2013 data itu sudah disampaikan pada Dirjen Pertanian dan data itu juga dimasukkan ke Kantor Bupati Sarolangun

 

"Kami minta kepada bupatui untuk mengabulkan permintaan kami. Jika tidak, para petani akan datang," ungkap Ali Saputra dikonfirmasi BRITO.ID di lapangan

 

Arif Ampera ketika menyambut kedatangan para pendemo mengatakan menyampaikan hal ini ke Bupati Sarolangun dan pihak Pemkab akan melakukan pengajian secepatnya. Dan begitu,kapan kesedian Bupati Sarolangun untuk melakukan Audiensi dengan masyarakat.

 

"Aspirasi ini saya terima dan akan saya laporkan ke pimpinan dalam hal ini Bupati,keputusannya itu tergantung dengan pimpinan," kata Arif Ampera

 

"Pada ahun 2019 ini memang izin HGU ini akan habis, dan proses perpanjangan izin ini belum ada kejelasannya seperti apa," pungkasnya. (red)

 

Reporter  : Arfandi