Minta Maaf, Ternyata Ini Penyebab Petani Kerinci Membuang Sayuran di Jalan

Minta Maaf, Ternyata Ini Penyebab Petani Kerinci Membuang Sayuran di Jalan
Petani Kerinci meminta maaf sudah membuang sayuran di jalan. (istimewa)

BRITO.ID, BERITA KERINCI - Sejak Sabtu lalu (26/01) video para petani sayuran di Kayu Aro, Kerinci Provinsi Jambi yang membuang sayuran di jalan viral. Sayuran yang dibuang itu adalah kentang, kubis, kol dan lainnya.

Petani protes karena anjloknya harga sayuran di Kerinci. Setelah viral, sejumlah petani dan pengojek sayur menyampaikan permintaan maaf. 

"Kami mohon maaf kepada petani dan semua pihak," kata sejumlah pengojek dan tukang jual kol lainnya. Permintaan maaf itu disampaikan oleh Rosi Vaskal bersama Pori Andani, didampingi Ketua Gapoktan dan Kepala Desa Sangir Arif Fandani, Senin (28/1).

Beberapa poin disampaikan dalam permintaan maaf itu. Pertama, sayuran yang dibuang tersebut berupa kentang yang kecil-kecil, jelek dan juga kol yang tidak laku di pasaran. Kedua, mereka sadar bahwa ini tindakan salah dan kilaf serta tidak mendidik bagi kalayak ramai. Ketiga, sekali lagi kami minta maaf kepada masyarakat tani dan tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi.

"Terakhir kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementarian Pertanian dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang telah merespon sigap atas kekhilafan kami ini. Terima kasih," demikian pernyataan permintaan maaf yang dibacakan Vos, sapaan akrab Rosi Vaskal yang mewakili rekan-rekan pedagang dan pengojek sayur.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Khalis mengatakan saat ini produksi sayuran di Kabupaten Kerinci sedang panen raya. Kerinci merupakan sentra sayuran dan penduduk mengandalkan hidupnya dari pertanian.

"Kami memberi pembinaan ke petani untuk mengikuti anjuran bertani yang baik dan mendampingi dalam proses produksi. Kami sudah dialog dengan petani mencari solusi solusinya," ujarnya.

Bahkan, lanjut Radium, pihak dari Kementan pada hari Jumat (25/1) kemarin, telah membantu benih kentang unggul sebanyak 4 ton dan benih kubis untuk 3 hektare. (red)