Mushola Berbentuk Kakbah, Pria Ini Ngaku Imam Mahdi di Depok

Mushola Berbentuk Kakbah, Pria Ini Ngaku Imam Mahdi di Depok
Penampakan Kabah di Depok dan pemiliknya mengaku Imam Mahdi. (istimewa)

BRITO.ID, BERITA DEPOK - Winadi, warga Sawangan, Depok bikin heboh karena mengaku sebagai Imam Mahdi. Winardi juga mengejutkan, karena di rumahnya terdapat musala berbentuk kakbah.

 

Kakbah itu berada di halaman rumah Winardi yang hanya berjarak 5 meter. Rumah Winardi sendiri dicat warna gading.

Musala tersebut berbentuk seperti kakbah dengan ukuran sekitar 4x4 meter. Musala dicat warna hitam. Winardi diminta ganti cat musala. Sementara di depan rumahnya terdapat pengumuman ukhuwah trisula weda. Ada 6 butir aturan dalam trisula weda tersebut.

Winardi tinggal di rumah itu bersama istrinya. Winardi sendiri diketahui memiliki sekitar 70 pengikutnya.

Penganuan Winardi sebagai Imam Mahdi ini terungkap setelah muncul sebuah undangan open house lebaran di rumahnya.

Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperingatkan Winardi setelah pengakuannya sebagai Imam Mahdi. Winardi juga diminta mengganti cat musala yang berbentuk Kakbah di rumahnya agar tidak menimbulkan keresahan.

"Itu kan sesuai kesepakatan catnya diganti saja, kemudian tidak akan melakukan kegiatan-kegiatan," kata Kapolsek Sawangan Kompol Suprasetyo, Kamis (30/5/2019).

Suprasetyo mengatakan bangunan berbentuk Kakbah itu merupakan musala. Di dalam musala terdapat karpet warna biru, sedangkan di bagian luar terdapat tempat wudu.

"Itu sebetulnya musala buat salat, mungkin asritekturnya menyerupai Kakbah, tapi itu musala," kata Suprasetyo seperti dilansir detikcom.

Sebelumnya, Winardi diperingatkan oleh MUI karena mengaku sebagai Imam Mahdi. Winardi kemudian membuat beberapa kesepakatan, salah satunya mengganti cat musala.

Rumah Winardi di Jalan H Sulaiman, Perigi, Bedahan, Sawangan, Depok. Musala itu masih bercat warna hitam. Istri Winardi, Triani (44), memastikan akan mengganti cat tersebut.

"Mungkin tadi saya juga sudah usul, kalau nggak, Jumat-Sabtu sudah mulai deh. Udah dinodain deh bahasanya, sudah nggak mulus, ganti cat," kata Triani.
(red)