Ngeri, Ada 'Otak Mini' di Dalam Tumor Kanker Gadis Muda Ini



Ngeri, Ada 'Otak Mini' di Dalam Tumor Kanker Gadis Muda Ini
Ilustrasi. (ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Seorang gadis berusia 16 tahun dari Jepang hendak menjalani operasi usus buntu saat dokter malah menemukan tumor selebar 10 cm di ovariumnya. Lebih mengejutkannya lagi, saat tumor itu berhasil diambil, di dalamnya terdapat miniatur 'otak'.

Gumpalan rambut berminyak ditemukan di dalam tumor tersebut, bersamaan dengan struktur otak seukuran 3 cm yang ditutupi tengkorak tipis, bahkan ada juga gumpalan yang menyerupai batang otak. 'Otak' tersebut merupakan versi mungil dari cerebellum (otak kecil) yang ada di bawah belahan otak.

Dikutip dari The Sun, 'otak' tersebut adalah teratoma ovarium jinak, sebuah tipe tumor yang bermula di dalam sel telur wanita dan sel sperma pria. Ada beberapa hipotesis penyebabnya, seperti sebagai kembar parasit atau sel telur belum matang yang menjadi liar dan memproduksi bagian-bagian tubuh.

Teratoma ovarium terbagi menjadi dua tipe, yakni teratoma matang yang jinak dan teratoma belum matang yang bisa menjadi kanker. Menurut Cancer Research UK, kedua kondisi ini bisa ditangani melalui operasi dan dapat sembuh total.

Teratoma di dalam ovarium sering terdapat zat otak, menurut Masayuki Shintaku yang mempelajari soal tumor di Shiga Medical Centre for Adults. Sekitar seperlima tumor ovarium akan mengandung jaringan asing seperti rambut, gigi, tulang rawan, lemak dan otot.

"Elemen saraf yang mirip dengan sistem saraf pusat sering dilaporkan ada dalam teratoma ovarium, namun struktur yang menyerupai otak orang dewasa itu langka," kata Angelique Riepsamen dari University of New South Wales.

Dalam kasus ini, gadis tersebut tak memiliki gejala neurologis yang terkait dengan jenis tumor tersebut, seperti perubahan mood dan kepribadian dan tak ada bengkak di dalam otak. Bengkak di dalam otak biasanya terjadi saat sistem imun mendeteksi adanya sel otak di ovarium dan mulai menyerang, namun juga menyerang sel otak yang berada di tengkorak.

Tiga bulan usai operasi, gadis itu telah kembali pulih dan tak menunjukkan tanda-tanda adanya tumor tersebut muncul kembali.
(red)