Rupiah Turun, Analis: Sikap Hati-Hati Pasar Terhadap Brexit

Rupiah Turun, Analis: Sikap Hati-Hati Pasar Terhadap Brexit
Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada. (ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi ini melemah sebesar 40 poin menjadi Rp14.070 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.030 per dolar AS.

Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (16/1) mengatakan pergerakan rupiah cenderung tertahan di tengah sentimen dari eksternal mengenai penolakan parlemen Inggris terhadap kesepakatan Brexit pada Selasa (15/1) waktu setempat.

"Situasi itu memicu pelaku pasar berhati-hati dalam menentukan arah investasinya di pasar negara berkembang, seperti Indonesia," katanya.

Ia mengharapkan dengan fundamental ekonomi nasional yang kondusif dapat mengeliminasi kekhawatiran pasar terhadap Indonesia.

"Fundamental perekonomian dalam negeri cukup kondusif, itu dapat memberikan kepercayaan pasar sehingga peluang rupiah menguat cukup terbuka," katanya.

Pengamat pasar uang dari Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova menambahkan apresiasi dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah relatif terbatas dikarenakan faktor penutupan pemerintah.

"Penutupan pemerintah di Amerika Serikat masih berlangsung, itu akan menghambat perekonomian yang dapat memicu aset denominasi dolar AS menjadi kurang menarik," katanya. (RED)