Simpan Sabu Setengah Kilo di Rak Piring, IRT Dibekuk Polisi

Simpan Sabu Setengah Kilo di Rak Piring, IRT Dibekuk Polisi
ilustrasi sabu. (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI – Betul-betul apes, Ana Herlia (34) warga RT 21 Kelurahan Kasang Pudak, Kecamatan Kumpe ulu Kabupaten Muaro Jambi diciduk polisi setelah ketahuan menyimpan sabu seberat setengah kilogram di kediamannya.

Informasi dihimpun sabu setengah kilogram rencananya mau disebar khusus di Kota Jambi, namun langsung tercium oleh Ditres Narkoba Polda Jambi. Alhasil anggota Polda Jambi turun ke lapangan untuk melakukan pengerebekan di rumah Tersangka Ana Herlia.

Kasubdut I Ditres Narkoba AKBP  M. Tambunan membenarkan ada penangkapan seorang Ibu rumah tangga dirumahnya sendiri di Kecamatan Kumpe Ulu.

"Sabu ini dikendalikan dari lapas kelas I A Jambi oleh Napi bernama Rudi Datuk yang langsung dibawa oleh tersangka kerumahnya dan rencananya diserahkan kepada suaminya bernama Mul yang saat ini masih dalam pencarian orang (DPO)," jelasnya, Senin (4/2).

Tambunan, menyebutkan penggerebekan ini dilakukan Minggu malam (3/2/2019) sekitar pukul 23.30 WIB. penggerebekan ini berkat adanya informasi dari masyarakat jika di rumah tersangka sering dijadikan transaksi narkoba. Sehingga Ditres narkona Polda Jambi melakukan penggerebekan.

"Tim opsnal menemukan barang bukti lainnya di rak piring dapur yang diletak di dalam gelas yang berisikan plastik kecil yang diduga berisikan narkotika jenis sabu," terangnya.

Hasil interogasi terhadap tersangka menerangkan bahwa barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu tersebut dibawa kerumah oleh suaminya yang bernama Mul dan barang tersebut milik Rudi Datuk yang berada di Lapas Kota Jambi.

"Tersangka menjelaskan bahwa sabu dibawa suaminya yang bernama Mul sekitar bulan Desember 2018 ke rumahnya di Kumpe dan pada akhir Desember. Suami tersangka memerintahkan istrinya untuk mengantar barang tersebut sampai sabu tersebut dibagi dua dengan cara dituangkan ke dalam plastik dan langsung dibawa dan tersangka saat ini masih dalam pemeriksaan intensif," ujarnya. (red)

 

Kontributor: Rhizki Okfiandi