Sisir Kampung Pembalak Liar, Polisi Sempat Tangkap Muhamadiyah



Sisir Kampung Pembalak Liar, Polisi Sempat Tangkap Muhamadiyah
Muhamadiyah (jongkok) pelaku pembalak liar yang kabur setelah sempat diamankan polisi. (Deni/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Tidak tanggung-tanggung, setelah Bareskrim Mabes Polri menggerebek lokasi perambahan hutan, petugas melakukan penyisiran di wilayah perkampungan Anak Suku Datang (ASD).

 

Penyisiran dilakukan di RT 10 dan 21 Dusun III Pancuran Desa Muara Merang, Kecamatan Bayung Lincir, Provinsi Sumatera Selatan. Dalam penyisiran itu, petugas sedikitnya menemukan 4 rumah yang dijadikan tempat penampungan hasil lilegal logging.

 

Untuk lokasi pertama, petugas mendapati rumah milik Anta. Akan tetapi melihat kedatangan petugas, sejumlah orang langsung melarikan diri ke dalam hutan, dan sempat dilakukan pengejaran, tapi sayangnya para pelaku berhasil lolos dari pengejaran.

 

Selanjutnya, petugas mendatangi gudang milik Mustar dan berhasil mendapati satu orang pria bernama Muhamadiyah (38) warga Sekayu, Provinsi Sumatera Selatan yang merupakan salah satu pelaku pembalakan liar.

 

Menurut keterangan pelaku, selain gudang, Mustar juga memiliki beberapa sawmill tempat pengolahan kayu. Disampaikannya, untuk sawmill yang berada di dalam kawasan hutan produksi, Mustar memiliki sekitar 5 sawmill yang telah berdiri sejak lama.

 

"Kalau untuk di area perkampungan sawmill milik Mustar baru satu bulan ini berdirinya," ujarnya.

 

Pantauan BRITO.ID di lokasi, Muhamadiyah yang telah menjalani pemeriksaan oleh petugas berdalih ingin ke toilet dengan dikawal petugas, namun petugas kembali kecolongan sehingga Muhamadiyah berhasil melarikan diri. Karena melihat tangkapannya kabur, petugaspun melepaskan 3 kali tembakan peringatan ke udara.

 

Tetapi, Muhamadiyah tidak mengindahkan tembakan peringatan tersebut, selanjutnya petugas mengarahkan tembakan ke area tempat pelarian, namun petugas gagal melumpuhkan. (red)

 

Reporter : Deni S