Tender Proyek Meleset, Sekda Muarojambi Janji Tegur OPD

Tender Proyek Meleset, Sekda Muarojambi Janji Tegur OPD
Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Muarojambi. (Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Proses pelaksaaan tender kegiatan proyek di lingkup Pemkab Muarojambi, berjalan lamban. Sekda Muarojambi, M.Fadhil Arief mengakui progres tender kegiatan di lingkup Pemkab Muaro Jambi sedikit meleset dari yang direncanakan. Dia berjanji akan kembali mengingatkan OPD agar segera menyerahkan dokumen tender kepada Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).

 

"Memang agak meleset, nanti  akan kita ingatkan. Melalui rapat juga sudah kita diingatkan," kata Sekda Muarojambi Moh Fadhil Arief kepada BRITO.ID Rabu (22/5/19).

 

Fadhil mengatakan bahwa realisasi kegiatan fisik akan mempengaruhi realisasi keuangan. Karena itu, Fadhil berharap agat OPD melakukan akselerasi untuk melakukan percepatan persiapan dokumen.

 

"Semua akan tercatat dalam aplikasi, jadi tidak bisa lagi lempar-lemparan.  Ada jejak digitalnya. Jadi penilaian kinerja akan lebih gampang, " katanya.

 

Meski sedikit meleset dari target, Fadhil menyatakan bahwa keterlambatan itu tidak akan berpotensi menjadi Silpa. Namun, tetap akan menimbulkan dampak yang kurang baik kepada masyarakat.

 

"Kalau jadi Silpa, nggaklah. Tapi kalau cepat dilaksanakan, manfaatnya akan segera dirasakan masyarakat. Contohnya jalan. Seharusnya bulan empat selesai jadi bulan delapan. Artinya ada empat bulan yang tidak bisa dimanfaatkan. Dampaknya tetap kurang baik," kata Fadhil.

 

Untuk diketahui, hingga akhir Mei ini, dari total 146 paket kegiatan yang akan ditenderkan, baru dua paket yang selesai dan ditetapkan pemenangnya.

 

"Benar, sejauh ini baru dua paket yang sudah selesai tender dan ditetapkan pemenangnya," ungkap Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa, Pemkab Muarojambi, Safrinal

 

Safrinal menjelaskan bahwa proses tender baru berjalan April lalu. Pihaknya dalam hal ini bersifat menunggu pengajuan dokumen dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

 

"Kalau dokumennya masuk langsung kita proses, dicek dulu kelengkapannya. Jika masih ada kekurangan maka akan kita minta dilengkapi," ujarnya.

 

Safrinal menginformasikan bahwa dari 146 kegiatan yang tersebar di 11 Organisaai Perangkat Daerah, saat ini sudah ada sebanyak 23 kegiatan yang sedang proses tender. "Ada 23 kegiatan yang sedang proses tender. Kalau dipersentasikan, sekitar 17 persen dari total paket," katanya. (red)

 

Kontributor : Romi R