Tingkat Okupansi Hunian Hotel di Jambi Meningkat

Tingkat Okupansi Hunian Hotel di Jambi Meningkat
Hotel Aston di Kota Jambi. (SYAIFUL AMRI/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Tingkat okupansi hunian hotel di Jambi jika dibandingkan tahun 2017 mengalami kenaikan 20%. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Jambi Yudhi mengatakan jika pertumbuhan hotel berbintang serta hotel baru non bintang di Provinsi Jambi sejak tahun 2016 hingga saat ini terus mengalami pertambahan.

Namun, kata dia pada tahun 2017 ada kebijakan yang melarang instansi pemerintah menggelar acara di hotel. Hal tersebut tidak mempengaruhi tumbuhnya hotel baru di Provinsi Jambi.

Dilihat dari tingkat pengunjung maupun pendapatn hotel di tahun 2017 cendrung mengalami penurunan. Selain ada larangan kegiatan di hotel, faktor perekonomian yang sulit menjadi indikator turunnya tingkat okupansi kamar hotel.

"PHRI terus berupaya menyakinkan pemerintah agar tetap menggunakan sarana hotel untuk berbagai kegiatan di masing-masing instansi pemerintah. Tentunya dengan aturan main yang telah disepakati. Alhamdulliah 2018 sudah mulai ada kegiatan pemerintah yang digelar di hotel. Tentunya ini salah satu keberhasilan PHRI menyakinkan pemerintah dan menambah pendapatan hotel," ujar Yudhi.

Karena menjadi bagian dari Pariwisata Jambi, PHRI mengharapkan agar pariwisata di Jambi terus ditingkatkan. Dengan demikian meningkat pulalah pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ke Provinsi Jambi.

Tahun 2018 okupansi kamar hotel di Jambi mengalami kenaikan sebesar 20%. Dengan demikian tingkat kepercayaan masyarakat di luar Provinsi Jambi sangat baik.

"Kita harapkan ada stimulus dari pemerintah daerah dalam upaya peningkatan pariwisata Jambi serta pelayanan biokrasi yang baik, demi kelancaran para investor yang akan mendirikan perhotelan di Jambi," harap Ketua PHRI Jambi Yudhi.

Untuk diketahui jumlah hotel yang tergabung dalam PHRI Jambi, baik hotel non berbintang maupun berbintang berjumlah 50-60 hotel.(sai)