Warga Marah ke Guru Diduga Suruh Siswa SDN 65 Tebo Pangkas Jengkol

Warga Marah ke Guru Diduga Suruh Siswa SDN 65 Tebo Pangkas Jengkol
Kevin tewas kesetrum di pohon jengkol setelah memangkas. (istimewa)

BRITO.ID, BERITA TEBO –Nahas Kevin Arwana Hairom warga Teluk keloyang Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo sungguh malang. Pasalnya, Kevin tewas kesetrum kabel listrik di pohon jengkol, Rabu (5/3).

Informasi yang dhimpun, awalnya Kevin diduga disuruh oleh salah satu gurunya mengambil buah jengkol dengan cara memangkas bagian dahan pohon jengkol yang ada buahnya dengan sebilah parang.

  ARTIKEL TERKAIT
Siswa SDN 65 Tebo Tewas Kesetrum di Pohon Jengkol

 

Kapolsek Tebo Ulu, Iptu Iswahyudi mengatakan korban tewas akibat kesentrum kabel listrik yang ada di atas pohon jengkol.

“Pada saat korban memangkas dahan pohon jengkol, bagian yang dipangkas itu nyangkut di kabel milik PLN akhirnya kesentrum,” kata Kapolsek.

Kata Kapolsek, informasi itu diketahui dari salah satu warga Rt 05, Dusun Teluk Keloyang, Desa Pulau Panjang, bernama Syamsul (65), melapor bahwa ada Siswa SD terganrung di pohon jengkol setelah di cek ternyata korban kesentrum listrik.

“Berkat laporan itu, petugas langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), setiba dilokasi petugas langsung berkoordinasi dengan pihak PLN untuk segera memadamkan jaringan listrik, untuk lebih mudah evakuasi korban,” ujarnya.

  BACA JUGA
BREAKING NEWS! 7 Orang Anggota DPRD Sarolangun Dicoret dari DCT

Setelah Korban dirunkan dari atas pohon jengkol itu, langsung di evakuasi ke Puskesmas terdekat, untuk memeriksa kondisi korban. Namun sayang setelah di periksa korban sudah meninggal dunia.

“Atas kejadian ini, semua majlis guru SD 65 kita kumpulkan. Akibat kejadian tersebut, kemarahan warga terhadap salah satu guru yang menyuruh korban memangkas pohon jengkol tersebut tak terbendung,”katanya seperti dilansir sidakpost.id.

Lanjutnya, semua majlis guru diberikan arahkan agar tidak menjadi korban kemarahan warga di lokasi. Kemudian majlis guru kita kawal menuju rumah masing-masing. ” Untuk masalah ini masih kita dalami,” tukasnya. (red)