Puluhan Warga Lebak Terdampak Tanah Bergerak Mengungsi

Puluhan Warga Lebak Terdampak Tanah Bergerak Mengungsi

BRITO.ID, BERITA LEBAK - Warga yang terdampak gerakan tanah atau tanah bergeser di Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, memutuskan mengungsi karena curah hujan dengan intensitas ringan sejak sore hingga malam ini masih berlangsung dan warga khawatir menimbulkan longsoran dahsyat.

"Kami lebih baik mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena kondisi rumah sudah nyaris roboh," kata Ny Ikah (50) warga Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Sabtu (23/2).

Masyarakat di lokasi bencana gerakan tanah sangat tidak tenang dan nyaman, sehingga mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Saat ini, curah hujan berlangsung sejak sore hingga malam, sehingga dikhawatirkan menjadi ancaman longsoran.

Apalagi, kondisi rumah sebanyak 115 unit mengalami kerusakan dan di antaranya beberapa rumah roboh.

"Kami sangat ketakutan jika hujan lebih dari dua jam karena kondisi rumah nyaris roboh," ujarnya.

Begitu juga Dadang (45) warga Desa Sudamanik mengaku bagian dapur rumah miliknya itu hampir roboh karena kondisi tembok sudah miring akibat gerakan tanah tersebut.

"Kami bersama keluarga malam ini mengungsi karena khawatir tembok bagian dapur roboh," ujarnya.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 02/09 Kampung Jampang Cikuning, Desa Sudamanik, Ubay, mengatakan masyarakat terdampak gerakan tanah siap direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Sebab, warga cukup ketakutan setelah gerakan tanah menimbulkan kerusakan rumah.

Saat ini, warga terpaksa tidur di luar rumah atau mengungsi ke tempat tetangga yang aman dari ancaman bencana alam.

"Kami berharap warga agar mengungsi karena curah hujan masih berlangsung dan dikhawatirkan menimbulkan longsoran," katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi mengimbau masyarakat yang terdampak gerakan tanah di Desa Sudamanik segera mengungsi jika hujan di daerah itu cenderung meningkat.

BPBD menyampaikan peringatan dini, jika hujan terus-menerus turun dan diharapkan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebab, masyarakat di daerah itu terdapat kondisi rumah rusak berat dan membahayakan keselamatan jiwa.

"Kami berharap, warga dapat menaati guna mengurangi risiko kebencanaan," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan merelokasi para korban bencana retakan tanah di Desa Sudamanik, sebanyak 114 rumah dengan menyiapkan lahan seluas satu hektare.

Selain itu, juga BPBD akan berkoordinasi dengan TNI, POLRI, BNPB, BMKG, PVMBG Bandung, Relawan dan Pemerintah Provinsi Banten.

"Kami berharap, dengan koordinasi itu penanganan bencana lebih cepat," ujarnya.(red)