Rakor TPID, Bupati Bungo Ingatkan Terus Pantau Harga dan Pasokan Sembako

Bupati Bungo memimpin Rapat dalam Rangka menindaklanjuti Surat Gubernur Jambi tentang antisipasi ketersediaan komoditi dan lonjakan harga pangan strategis pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1443 H/ 2022 M. Bahkan Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Sargas) Pangan dan Tim Pengendalian Infalasi Daerah (TPID) Kabupaten Bungo Tahun 2022.

Rakor TPID, Bupati Bungo Ingatkan Terus Pantau Harga dan Pasokan Sembako
Bupati Bungo Mashuri (ist)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Bupati Bungo memimpin Rapat dalam Rangka menindaklanjuti Surat Gubernur Jambi tentang antisipasi ketersediaan komoditi dan lonjakan harga pangan strategis pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1443 H/ 2022 M. Bahkan Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Sargas) Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bungo Tahun 2022.

Kadis Ketahanan Pangan Sopyan Ma'as, menyampaikan terjadi lonjakan harga sembako penyebabnya diantaranya yaitu masyarakat mengantisipasi dalam rangka menghadapi kesiapan Bulan Romadhan dan Idul Fitri. Kemudian, adanya tradisi Sahur dan buka puasa, Budaya Mudik dan menyiapkan stok setelah Idul Fitri.

Kepala Dinas Kominfosandi Zainadi, M.Si (brito.id)

"Adapun stok dan kesiapan yang tersedia kini diantaranya beras yang ada sekarang 3.780 ton kebutuhan 14.000 ton. Gula Pasir yang ada sekarang 108 ton dan kebutuhan 288 ton, dan minyak goreng yang ada sekarang 93, 3 ton kebutuhan 400 ton. Bawang merah yang ada sekarang 5 Ton dan kebutuhan 130 ton. Cabe merah yang ada sekarang 8 ton dan kebutuhan182 ton, dan semua kekurangan beras, gula pasir, minyak goreng sudah diantisiasi oleh Bulog," paparnya.

Masyarakat tidak perlu panik dengan kekurangan tersebut, dan pemerintah melalui bulok tetap menjaga ketersediaan sembako selalu ada.Sementara Bawang merah dan cabe merah Pihak Pemerintah melalui OPD terkait sudah mengantisipasi. 

"Dengan memantau ke para petani agar panennya nanti tidak menaikkan harga dan menjual dipasar yang ada di Kabupaten Bungo," ujarnya.

Bupati Bungo Mashuri menyampaikan pertama menyampaikan melihat terjadinya lonjakan kenaikan harga daging sapi dan kerbau harus yang paling tinggi yaitu Rp.120 ribu perkilo dan mulai besok Sabtu harga paling tinggi Rp120 ribu. Termasuk kebutuhan bahan sembako lainnya harus dipantau ke lapangan setiap harinya.

"Memastikan sumber-sumber pemasuk produsen bahan tersebut ke Kabupaten Bungo harus dipantau dan kita cari sehingga dapat memastikan barang tersebut ada dan tidak ketergantungan dengan satu suplayer. Sehingga harganya tidak naik dan standar, dan menghimbau kepada masyarakat jangan panik Pemerintah tetap menjaga ketersediaan bahan pokok serta kebutuhan lainnya," jelasnya.

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro menyampaikan tentang minyak goreng dengan kebijakan pemerintah pusat yang baru stok dan ketersediaan minyak goreng cukup tersedia. Baik minyak curah maupun minya goreng kemasan, dan masyarakat jangan panik dan jika ada para pedagang yang menaikkan harga dapat melapor ke pihak kepolisian untuk diambil tindakan tegas bagi para pedagang dan suplayer.

"Kita mengharapkan Satgas Ketahanan Pangan dapat diaktifkan kembali, dan turun langsung kepasar-pasar dan lapangan, dan tentang ketersedian LPG diharapkan Kadis Perindagkop memantau dan mengawasi dari agen kepengecer sampai ke konsumen sehingga tidak terjadi kenaikan harga," katanya.

Distributor Toko Sentosa, Toko Setia, Distributor KT menyampaikan untuk stok sembako tidak ada masalah dan barang tersedia cukup sampai habis lebaran kecuali kedelai, gendum, tepung mengalami kenaikan tapi tidak begitu signifikan.

Kepala Bulog Bungo Tebo menyampaikan untuk beras Medium/premium jumlah di bulog 712 Ton dan perkiraan cukup untuk 4 bulan kedepan, daging beku masuk 7.700 ton, gula dalam perjalanan 10 ton,minyak goreng dalam perjalanan dari jambi 3.000 ton,Tepung tepioka premium 2 ton dengan harga Rp.9.200/ Kg dan mengharapkan keseriusan kita terutama Satgas Pangan untuk pantau dan sidak ke pasar.

Hadir dalam Rapat koordinasi, Kapolres Bungo, Dandim 0416 Bungo Tebo, Kejari Bungo, Kepala Pengadilan Negeri,Sekda, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD terkait,Kabag, Kepala BPS, Bulok, Distributor Sembako. (Ari)