Rommy Belum Ajukan JC ke KPK, Kalau Mau Ajukan Silahkan

Rommy Belum Ajukan JC ke KPK, Kalau Mau Ajukan Silahkan

BRITO.ID, BERITA JAKARTA -- Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengungkapkan sampai saat ini dari tiga tersangka perkara suap jual beli jabatan di Kementrian Agama (Kemenag) belum ada yang mengajukan permohonan status justice collabolator (JC) secara resmi.

Selain Romahurmuziy (Romi), tersangka lain adalah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

"Belum ada pengajuan secara resmi sebagai JC, tapi kalau mereka ingin mengajukan silakan saja, tapi tidak langsung diterima ya pasti akan dipertimbangkan terlebih dahulu," kata Febri di Gedung KPK Jakarta, Senin (25/3).

Febri menuturkan, ada konsekuensi yang harus dipahami bila seorang tersangka mengajukan JC. Pertama, ia harus sadar mengakui perbuatannya dan membuka peran pihak lain seluas-luasnya.

"Jadi, boleh saja mengajukan JC, nanti akan kami pertimbangkan," ucap Febri. Karena, menurut Febri, ada sebelumnya tersangka yang mengajukan diri sebagai JC tetapi memberikan informasinya setengah-setengah. Bahkan, ada yang tidak mengakui perbuatannya.

"Kami pastikan kalau pengajuan JC seperti itu akan ditolak," terang Febri.

"Tetapi semua tersangka punya hak mengajukan diri sebagai JC. Akuilah perbuatan tersebut dan kemudian buka peran pihak lain seluas-luasnya. Maka perlindungan-perlindungan hukum dan beberapa sarana fasilitas akan diberikan secara hukum terhadap yang bersangkutan jika dikabulkan JCnya," tambah Febri seperti dilansir Republika.

Sebelumnya, usai menjalani pemeriksaan perdananya, Romi berjanji akan kooperatif. "Saya akan sangat kooperatif dan menjelaskan semua persoalan ini kepada KPK. Agar mereka (penyidik) mendapat perspektif yang terang dan tidak ada yang ditutup-tutupi dan mereka juga akan permudah untuk segera menyelesaikan pemberkasan kasus," kata Romi di Gedung KPK Jakarta, Jumat (22/3).(red)