Terendam Banjir, Sawah di Kota Jambi Ini Terancam Gagal Panen

Sekitar 2 tumbuk atau 20 meter persegi sawah di Desa Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi terancam gagal panen akibat banjir. Padi yang berumur kurang lebih tiga bulan kini terendam banjir atas luapan sungai Batanghari.

Terendam Banjir, Sawah di Kota Jambi Ini Terancam Gagal Panen
Kondisi Sawah di Kota Jambi yang Terancam Gagal Panen (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Sekitar 2 tumbuk atau 20 meter persegi sawah di Desa Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi terancam gagal panen akibat banjir. Padi yang berumur kurang lebih tiga bulan kini terendam banjir atas luapan sungai Batanghari. 

Jika air tak kunjung surut dalam beberapa hari ke depan, tanaman padi mereka terancam puso atau gagal panen. Kondisi itu terjadi menyusul hujan yang mengguyur seputaran wilayah Kota Jambi. 

Yusima (68), salah seorang petani warga Desa Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi mengaku areal sawah miliknya seluas dua tumbuk itu tergenang air banjir dan dipastikan gagal tanam.

"Kami saat ini belum bisa untuk berbuat apa-apa saat melihat sawah tergenang banjir," ujar Yusima, kepada Brito.id, Kamis 23 September 2021.

Yusima juga mengatakan jika banjir dalam beberapa hari tak segera surut (terendam air), kemungkinan tanaman padi miliknya akan mati dan rusak.

"Kalau seperti ini banjirnya, kami semua para petani terancam gagal panen karena tanaman padi dan juga jagung akan rusak," ungkapnya. 

Namun, kata Yusima mengingat belakangan tahun ini, ia dan para petani lainnya sempat putus asa akibat panen yang terus gagal, sebab dalam kondisi ini hanya mampu untuk panen satu kali dalam pertahunnya. 

"Setahun sekali, gara-gara banjir yang seharusnya kami panen 3 bulan sekali. Sekarang cuma bisa sekali dalam 1 tahunnya," katanya. 

Di samping itu, ia dan para petani lainnya guna menutupi kehidupan sehari-harinya dengan terpaksa membeli beras dengan menggunakan uang milik pribadinya. 

"Mau tidak mau kita beli beras sendiri lah terpaksa, kalau tidak bagaimana kita mau makan," ucapnya sembari merenungkan keadaan. 

Yusima pun berharap ada solusi agar persoalan tersebut tak terus menerus terjadi. Namun jika hujan mengguyur lagi dan genangan air tak kunjung surut, tanaman padi yang ia tanam bakal mati dan harus ganti dengan bibit padi baru.

"Tanaman tersebut masih bisa terselamatkan asalkan genangan air segera surut dalam tempo beberapa hari ke depan. Kalau masih banjir lagi ya sudah gagal panen,” pungkasnya. 

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi