WNI Ini Mengaku Terlantar Dua Bulan di Bandara Kuala Lumpur International

WNI Ini Mengaku Terlantar Dua Bulan di Bandara Kuala Lumpur International

BRITO.ID, BERITA KUALA LUMPUR - Seorang ibu Warga Negara Indonesia (WNI) asal Provinsi Jawa Barat mengaku terlantar beberapa hari di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 1 karena paspor dan tiket kepulangannya ke tanah air hilang.

Konsultan manajemen di Tazkia Institute, Dr Ahmad Mukhlis Yusuf sempat menemuinya saat transit di KLIA 1 setelah pulang menghadiri sebuah acara di Manila, Filipina, Rabu (27/2).

"Saya baru transit di Kuala Lumpur dari Manila, sekarang sudah di Bogor. Kami ketemu TKI yang katanya sudah dua bulan terkatung-katung di Bandara tidak bisa pulang karena paspor dan tiket hilang di depan KFC tempat check in Garuda," katanya.

Menurut pengakuannya TKI tersebut bernama Lina, asal Cileunyi, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Ahmad Mukhlis Yusuf lantas menghubungi temannya di IPB yang juga mantan Atase Dikbud KBRI Kuala Lumpur, Prof Dr Ari Purbayanto dan dia diberi kontak pejabat di KBRI Kuala Lumpur.

Sementara itu saat di-cek ke KFC KLIA 1 Lina sudah tidak ada di tempat sedangkan menurut penuturan staf KFC dia sudah dibawa beberapa orang meninggalkan area KFC.

Manager KFC KLIA 1, Syahrul ketika ditemui di lokasi sekitar pukul 10.00 tidak ada di tempat. Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary ketika dikonfirmasi meminta agar di-cek kembali apa benar dia terlantar sampai dua bulan.

"Saya kira tidak mungkin bisa lolos di KLIA tanpa identitas selama dua bulan," ujarnya.

Namun demikian, dia mengatakan Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur sudah menangani peristiwa tersebut. Sementara itu Sekretaris 2 Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Dahlia Kusuma Dewi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Ibunya sudah kami bawa ke KBRI. Sekarang sudah di shelter (tempat penampungan TKI wanita," tambahnya. (red)