Akibat Corona, Muktamar Muhammadiyah Ditunda Hingga Desember 2020
BRITO.ID, BERITA JAMBI - Wabah Corona Virus Disease (COVID-19) saat ini kian mengkhawatirkan. Di Indonesia, 450 orang positif terinfeksi dengan 38 di antaranya meninggal dunia dan 20 dinyatakan sembuh.
Di Jambi sendiri, meskipun belum ada yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, namun angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus mengalami peningkatan saban harinya. Ini tentu menjadi kekhawatiran dan perhatian bersama termasuk PP Muhammadiyah Indonesia.
"Ini sudah menjadi pandemi dan tentu perlu menjadi perhatian dan perlu adanya kerjasama kita semua untuk menghadapi penyebaran Covid-19 ini," kata Ketua Persatuan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jambi Buya Suhaimi Chaniago Minggu (22/3/20).
Menurut Buya, social Distancing atau membatasi jarak sosial merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan virus ini. Kerumunan massa akan membuat potensi penularan virus ini bertambah pesat.
"Sedianya kita akan melaksanan muktamar pada 1-5 Juli 2020 mendatang, dan ini kita tunda pelaksanaannya pada 24- 27 Desember 2020. Tentunya dengan pertimbangan kondisi global dan nasional di mana oleh WHO, Corona ini sudah dinyatakan menjadi Pandemi. Tentu kita harus bersama-sama mencegah penularannya," kata Buya Suhaimi Chaniago.
Keputusan penundaan pelaksanaan muktamar baik Muhammadiyah maupun Aisiyah (organisasi kewanitaan Muhammadiyah), sudah disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir dalam rapat pleno teleconference Sabtu (21/3/20) kemarin di Kampus Muhammadiyah Jambi, yang juga PPM, PPA, PWM dan PWA se Indonesia, Ortom Muhammadiyah lainnya, dan Hajriyanto Tohari (Duta besar Negara RI di Libanon).
Menurut Ketua PWM Jambi ini, ada beberapa pertimbangan hingga diputuskan untuk melaksanakan Muktamar pada 24-27 Desember 2020. Selain karena memasuki masa libur (komitmen melaksanakan Muktamar dalam masa libur), walaupun menjadi berdekatan dengan Hari Natal dan Tahun Baru, sehingga bisa diperkirakan arus transportasi padat dan biayanya menjadi lebih tinggi, juga dikarenakan aktivitas PPM dan PPA yang padat pada bulan Oktober dan November dan juga kemungkinan ada organisasi lain yang melaksanakan kegiatan yang besar.
"Selain itu, menurut Dokter dan Ahli yang diminta pendapatnya oleh PP Muhammadiyah, Pandemi Covid 19 diperkirakan akan melandai pada Bulan September nanti. Dan tentu kita berharap Corona di Indonesia bisa cepat berlalu," katanya.
Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi
