Umi Hj. Rosmaini dan Teologi Pergerakan: Mengapa Ruh Tak Bisa Dipenjara Kelas Sederhana?
Prof. Iskandar_Founder Ruhiologi
BRITO.ID, BERITA JAMBI - Jika sejarah hanya dicatat oleh mata lahiriah, maka kisah Umi Hj. Rosmaini hanyalah soal transisi dari bangunan kayu ke beton megah. Namun, dalam cakrawala Ruhiologi, kita sedang menyaksikan sebuah fenomena "Ledakan Ruhani".
Umi Hj. Rosmaini adalah bukti hidup bahwa pendidikan bukan soal ketersediaan fasilitas, melainkan soal otoritas ruh atas materi.
Materi adalah Makmum, Ruh adalah Imam
Gagasan Ruhiologi Prof. Iskandar menegaskan bahwa ruh adalah pemimpin, dan materi hanyalah pengikut. Ketika Umi Hj. Rosmaini berdiri di depan kelas yang sederhana puluhan tahun silam, secara fisik ia tampak terbatas. Namun secara Ruhiologi, ruh beliau sudah "menghuni" masa depan.
Transformasi Diniyyah Al-Azhar Jambi bukanlah hasil dari strategi manajemen belaka, melainkan hasil dari niat yang sudah selesai di Arsy, sebelum ia dieksekusi di bumi. Inilah yang disebut sebagai Manifestasi Ruhani: materi (gedung dan fasilitas) dipaksa tunduk dan hadir karena tarikan magnet spiritual yang tak terbendung.
Melawan "Kematian Jiwa" dalam Kurikulum
Kiprah Umi Rosmaini menukik pada satu kritik besar: banyak sekolah megah namun "mati" jiwanya. Beliau melakukan hal sebaliknya. Beliau menghidupkan "ruh" pendidikan Islam di Jambi yang sempat mati suri.
Dalam kacamata Ruhiologi, beliau tidak sedang membangun sekolah, beliau sedang membangunkan raksasa yang tidur dalam diri setiap santrinya. Beliau menghubungkan kabel spiritual anak didik langsung ke sumber arus utama (Allah), sehingga pendidikan tidak lagi menjadi beban hafalan, melainkan perjalanan pulang menuju jati diri yang ilahiyah.
Inspirasi sebagai Pancaran Energi, Bukan Pencitraan
Mengapa inspirasi beliau menembus batas provinsi hingga ke level nasional? Karena dalam Ruhiologi, inspirasi adalah frekuensi. Beliau tidak butuh panggung untuk terlihat besar; getaran kejujuran jiwanya-lah yang merambat melalui dinding-dinding kelas dan mengetuk pintu hati siapa pun yang mendengarnya.
Umi Hj. Rosmaini mengajarkan kita bahwa: Siapa yang mengurus ruhnya, maka Allah akan mengurus urusan dunianya.

Logika Langit di Atas Jambi
Kiprah Umi Hj. Rosmaini adalah tamparan bagi pendidikan modern yang hanya sibuk dengan angka dan statistik. Ruhiologi membedah rahasia beliau: bahwa satu orang dengan ruh yang "hidup" jauh lebih berharga daripada seribu orang dengan ijazah namun jiwanya "mati".
Di tangan Umi, pendidikan Jambi bukan lagi sekadar mencetak pekerja, melainkan melahirkan ruh-ruh merdeka yang siap menggoncang dunia.
Penghargaan dan Prestasi Umi Hj. Rosmaini
1. Penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jambi sebagai Perempuan Berjasa dan Inspiratif
Umi Hj. Rosmaini menerima penghargaan ini dari Gubernur Jambi DR. H. Al Haris dalam rangka peringatan Hari Kartini ke-147. Penghargaan ditujukan kepada beliau sebagai sosok perempuan inspiratif dan tokoh pendidikan yang berjasa dalam pembangunan pendidikan di Jambi.
2. Penghargaan dari TP PKK Kabupaten Bungo sebagai Tokoh Inspiratif Pendidikan
Ia juga pernah menerima penghargaan dari TPKK Kabupaten Bungo, diberikan sebagai apresiasi atas kiprahnya dalam dunia pendidikan serta pengaruh positifnya terhadap perempuan dan pendidikan setempat.
3. Anugerah Best of Indonesia Awards 2021 – Tokoh Publik Pendidikan
Umi Hj. Rosmaini meraih penghargaan prestisius sebagai salah satu tokoh publik di bidang pendidikan pada ajang Best Of Indonesia Awards 2021.
4. Anugerah Baiduri ke-10 dari Perempuan Riau Bangkit Foundation (2017)
Penghargaan ini diberikan oleh organisasi perempuan Riau sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi beliau dalam pemberdayaan perempuan dan pendidikan.
5. Rekor MURI (Melalui Yayasan Diniyyah Al-Azhar)
Di bawah kepemimpinan Umi Hj. Rosmaini, Yayasan Diniyyah Al-Azhar juga mencatat berbagai prestasi rekor dunia Indonesia (MURI), seperti:
* Penulisan hadits terbanyak
* Tausiyah Ramadhan virtual oleh guru terbanyak
* Kajian Hadits Arbain An-Nawawi terbanyak
Prestasi-prestasi ini diraih dengan dukungan penuh dari beliau sebagai Ketua Yayasan. (*)

Ari W