Bikin Heboh! Ratusan Kasus Pelecehan Seks di Dalam Gereja Katolik Jerman

Sebuah kajian independen mengungkapkan adanya ratusan kasus pelecehan seks terhadap anak yang terjadi dalam Gereja Katolik Jerman. Kajian ini mendorong pengunduran diri Uskup Hamburg yang namanya disebut terindikasi terlibat dalam praktik menutupi kasus-kasus itu.

Bikin Heboh! Ratusan Kasus Pelecehan Seks di Dalam Gereja Katolik Jerman
Istimewa. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA BERLIN - Sebuah kajian independen mengungkapkan adanya ratusan kasus pelecehan seks terhadap anak yang terjadi dalam Gereja Katolik Jerman. Kajian ini mendorong pengunduran diri Uskup Hamburg yang namanya disebut terindikasi terlibat dalam praktik menutupi kasus-kasus itu.

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/3/2021), laporan setebal 800 halaman soal Keuskupan Cologne yang dinanti sejak lama dan dirilis pada Kamis (18/3) waktu setempat itu mendapati adanya 202 pelaku pelecehan seksual dan 314 korban antara tahun 1975 hingga 2018. Laporan itu diungkapkan oleh pengacara yang dimandatkan oleh gereja, Bjoern Gercke.

"Lebih dari separuh korban merupakan anak-anak berusia di bawah 14 tahun," ungkap Gercke kepada wartawan setempat.


Temuan ini juga mencakup tindak pelecehan seksual oleh rohaniwan maupun pegawai gereja yang tidak ditahbiskan. "Bahwa selama beberapa dekade, tampaknya tidak ada yang berani melaporkan kasus-kasus seperti itu," imbuh Gercke.

Uskup Hamburg, Stefan Hesse, yang namanya disebut dalam laporan itu telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Paus Fransiskus. Hesse mengajukan pengunduran dirinya itu setelah laporan itu menyebut 11 pelanggaran tugas terkait tuduhan pelecehan seksual saat dia masih menjabat Wakil Uskup di Cologne.

Dalam pernyataannya, Hesse membantah dirinya menutup-nutupi kasus itu namun mengakui telah melakukan kesalahan. Dia menegaskan dirinya selalu bertindak 'sejauh pengetahuan terbaik dan hati nurani saya'.

"Tidak pernah berpartisipasi dalam tindakan menutup-nutupi," tegasnya. "Saya tetap siap memikul tanggung jawab atas kegagalan sistem." ucap Hesse.

Namun demikian, penyelidikan membersihkan Uskup Cologne, Rainer Maria Woelki, dari dugaan pelanggaran terkait kasus-kasus pelecehan seksual tersebut. Sebagian besar tuduhan terjadi selama masa jabatan pendahulu Woelki, Kardinal Joachim Meisner, yang meninggal dunia tahun 2017.

Dalam pernyataan usai kajian dirilis, Woelki mengumumkan penonaktifan dua pejabat Gereja Katolik Cologne, Uskup Dominikus Schwaderlapp dan kepala pengadilan keuskupan, Guenter Assenmacher, dengan segera. Disebutkan Woelki bahwa mereka terlibat dalam tindakan 'menutup-nutupi' kasus pelecehan seksual itu. Woelki menambahkan bahwa dirinya akan mengambil langkah lebih konkret pekan depan, setelah membaca laporan itu secara menyeluruh.

Secara terpisah, komisioner pemerintah Jerman untuk kasus pelecehan seksual anak, Johannes-Wilhelm Roerig, menyebut 'skala pelecehan seksual dan pelanggaran tugas oleh pemimpin gereja sangat mengejutkan'.

"Saya berharap penyelidikan independen atas pelecehan seksual di Gereja Katolik sekarang akan dilanjutkan dengan tekad penuh dan niat tak terbatas untuk mencari kebenaran di semua keuskupan Jerman," cetusnya.

Sumber: AFP
Editor: Ari