BPTP Jambi Siapkan Kerjasama Pendampingan Upsus Pajale di Bungo

BPTP Jambi Siapkan Kerjasama Pendampingan Upsus Pajale di Bungo

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Tim Upaya Khusus (Upsus) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi melakukan koordinasi untuk menyiapkan nota kesepahaman Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan Pemerintah Kabupaten Bungo terkait dengan program upsus produksi padi, jagung, dan kedelai (pajale).

Peneliti BPTP Jambi Adri di Jambi, Selasa (18/6), mengatakan rencana nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Badan Litbang Pertanian dan Pemkab Bungo secara lisan telah disampaikan kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bungo kepada bupati setempat.

Bupati Bungo Mashuri, katanya, menyambut baik rencana tersebut. 

"Diharapkan proses rencana MoU bisa berjalan lancar dan tidak terlalu lama dapat direalisasikan," kata dia.

Berdasarkan nota kesepahaman tersebut, kata dia, tim akan melaksanakan pendampingan atau pengawalan kegiatan upsus pajale di Kabupaten Bungo.

Ia juga mengatakan bahwa di lapangan, gangguan keong mas dan gulma yang sebelumnya cukup banyak terhadap tanaman, saat ini sudah berkurang, namun timbul lagi serangan ulat grayak yang cukup signifikan.

Tim melalukan penyemprotan ulat grayak menggunakan insektisida yang tersedia di lokasi, yaitu Danke 40 WP dan Oltus, pekan lalu. Penyemprotan yang dilakukan pada pagi hari, siangnya sudah terlihat ulat grayak berjatuhan dan mati.

Penyemprotan akan dilanjutkan dengan insektisida sesuai saran kepala BPTP Jambi, yaitu menggunakan insektisida Prephaton.

Tim peneliti BPTP Jambi dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bungo telah menyusun prioritas kegiatan berikutnya, di antaranya melanjutkan penyemprotan gulma dan keong mas, memberikan pupuk susulan N, serta pemberian air irigasi.

Selain itu, kata dia, perbaikan saluran pinggir petakan sawah agar proses pemberian dan pengeringan air berjalan lancar.

BPTP Jambi juga melakukan sejumlah pendampingan dan berbagai penelitian untuk meningkatkan produksi, baik tanaman padi, sayur mayur, dan hortikultura, serta penelitian dan pengkajian untuk pemanfaatan lahan "replanting" kelapa sawit, rawa, dan lahan tadah hujan. (RED)