Bupati Cek Endra Buka Konsultasi Publik

Bupati Cek Endra Buka Konsultasi Publik

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Bupati Sarolangun Cek Endra membuka kegiatan forum konsultasi publik perencanaan pembangunan daerah tahun 2020, yang digelar di aula Bappeda, Selasa (12/03) kemarin.

Acara dihadiri Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, S. Ik, MAP, Pabung Kodim Sarko Mayor Abdul Aziz, Peltu Kepala Bappeda Dedi Hendri, Kabid Pendanaan dan Kerja Sama Pembangunan Maria Susanti, para kepala OPD, para camat dan lurah, organisasi masyarakat, organisasi profesi, LSM dan organisasi kepemudaan/kemahasiswaan serta tamu undangan lainnya.

Peltu Kepala Bappeda Dedi Hendri, dalam laporannya mengatakan kegiatan forum konsultasi publik ini dilakukan dalam rangka sebagai dukungan perencanaan pembangunan daerah yang betul tersusun sesuai dengan aspirasi masyarakat. Sehingga dapat dirumuskan program strategis dalam pembangunan tahun 2020.

"Untuk menjaring aspirasi pemangku kepentingan, melakukan sosialisasi rancangan pembangunan di dalam RKPD tahun 2020, mendapatkan masukan dan gagasan pikiran terhadap pandangan publik dalam pembangunan, serta meningkatkan transparansi proses perencanaan pembangunan tahun 2020," katanya.

Bupati Sarolangun Cek Endra dalam arahannya mengatakan proses perencanaan pembangunan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dilakukan mulai dari bawah atau masyarakat, melalui kegiatan Musrenbang desa, Musrenbang Kecamatan, hingga di tingkat kabupaten.

Selain itu, bupati mengatakan seluruh masukan dari Musrenbang kecamatan yang dimasukkan dalam aplikasi e-budgeting, usulan perencanaan pembangunan tahun 2020 dari hasil Musrenbang kecamatan dan verifikasi dengan OPD dengan jumlah 708 kegiatan membutuhkan anggaran total sebesar Rp1,895 triliun. Dan ditambah usulan pokok-pokok pikiran dewan sebesar Rp2,024 triliun dan ditotalkan dengan nilai usulan sebesar Rp3,9 triliun.

"Infrastruktur masih prioritas, jalan ke Limun. Infrastruktur pariwisata, dan kita sudah sepakat infrastruktur kecil di desa itu melalui dana desa. APBD kita tahun 1,21 triliun, dan ada permintaan 1,87 triliun makanya hari ini kita lakukan rembukan, sehingga dalam perencanaan pembangunan dari bawah ke atas atau down top," katanya.

Di sektor pendidikan, kata bupati saat ini sudah menggunakan e-katalog, ada 52 miliar tahun 2019 ini kita dapat melalui dana DAK, yang anggarannya langsung dikirim ke rekening sekolah sehingga banyak sekolah direhab pada tahun ini.

"Upayakan bangun jalan, di situ potensi ekonomi banyak sehingga pembangunan infrastruktur berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Karena uang kita terbatas se efektif mungkin kita manfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, mana yang paling dibutuhkan masyarakat itu yang kita prioritaskan," katanya. (adv)