Diduga Ada Prostitusi di Green Pramuka City, Massa Demo Pemprov DKI

Diduga Ada Prostitusi di Green Pramuka City, Massa Demo Pemprov DKI

BRITO.ID, BERITA JAKARTA, 22/11 (Antara) - Massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengusut tuntas maraknya kasus prostitusi di Apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan, puluhan demonstran berkumpul dan berorasi di depan Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat pada Kamis (22/11) menggunakan berbagai atribut, seperti bendera merah putih, ban, spanduk, dan pengeras suara.

"Prostitusi merupakan kejahatan sosial dan ancaman sosial masyarakat yang sangat luar biasa terjadi belakangan ini terutama di apartemen dan perumahan susun di DKI Jakarta" kata koordinator unjuk rasa, Afandi Somar di Jakarta, Kamis.

Hal ini merupakan ancaman yang harus dilawan secara bersama dan tegas sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bangsa ini, ujarnya.

Selain itu, mereka juga menuntut Pemprov DKI Jakarta segera cabut izin operasional apartemen Green Pramuka City yang diduga menyimpan prostitusi di dalamnya.

Kemudian, pemprov juga diharapkan segera tangkap dan adili manajemen Green Pramuka City.

"Stop bina praktik-praktik prostitusi yang melanggar norma dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI nomor 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum," tambahnya.

Massa menagih janji Gubernur DKI, Anies Baswedan ketika berkampanye dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur tahun 2017 lalu tentang memerangi korupsi dan prostitusi di DKI Jakarta.

Dalam unjuk rasa yang diwarnai dengan aksi bakar ban, demonstran berorasi banyak wanita di apartemen Green Pramuka City yang terlibat prostitusi melalui aplikasi Michat.

Unjuk rasa berakhir tertib sekitar pukul 13.17 WIB untuk kemudian dilanjutkan ke Apartemen Green Pramuka City. (red)