Ditinggal Sebentar, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Kolam Ikan

Ditinggal Sebentar, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Kolam Ikan

BRITO.ID, MERANGIN - Bocah berumur 5 tahun bernama Nayla warga Desa Bungo Antoi, Kecamatan Tabir Selatan tewas tenggelam di kolam ikan tak jauh dari rumahnya. Korban baru diketahui tenggelam di dalam kolam ikan, setelah orang tua korban tidak melihatnya lagi di dalam rumah.

Tewasnya Nayla (5) terjadi pada Senin (18/3), sekitar pukul 11.30 Wib. Saat itu korban dan orang tuanya bernama Siti Aminah (35) pulang dari sekolah korban. Sesampai di rumah, korban kemudian makan disuapi orang tuanya.

Setelah korban makan, orang tua korban pun pergi ke dapur dengan tujuan mencuci piring. Apakah dibiarkan main sendirian di dalam rumah dengan kondisi pintu rumah terbuka. Tak berapa lama setelah orang tua korban mencuci piring di dapur, orang tua korban berniat untuk melihat anaknya yang berada di ruang tamu rumah.

Namun sesampai di ruang tamu orang tua korban tidak melihat korban berada di lokasi tersebut. Merasa anaknya hilang, orang tua korban lalu mencoba mencari korban di sekitar rumah.

Pencarian pun sampai di kolam ikan yang berada tak jauh dari rumah korban. Orang tua korban melihat anaknya tewas di dalam kolam ikan dengan kedalaman air mencapai lima meter.

Melihat kondisi anaknya sudah berada di dalam kolam, orang tua korban mencoba meminta tolong kepada tetangga untuk mengevakuasi korban. Lalu korban dibawa ke Puskesmas Kecamatan Tabir Selatan.

Pihak Kepolisian yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Dan sesampainya di lokasi, anggota Polsek Tabir Selatan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kapolsek Tabir Selatan Iptu Candra Kirana membenarkan jika ada bocah tewas di dalam kolam ikan. “Diduga korban ini terjatuh saat bermain di pinggir kolam. Karena saat itu korban bermain sendirian sampai ke pinggir kolam,” jelas Iptu Candra, Selasa (19/3).

Kapolsek juga berpesan kepada orang tua yang mempunyai anak kecil agar selalu mengawasi anak-anaknya jika pergi bermain di lokasi yang di anggap rawan.

“Ini murni kelalaian orang tuanya. Sebab orang tua korban tidak mau korban divisum akhirnya korban langsung dibawa dan dimakamkan di tempat pemakaman umum,” tutupnya. (red)

Rhizki Okfiandi