Festival Valentine di Danau Tangkas Dibatalkan Wabup Muarojambi

Festival Valentine di Danau Tangkas Dibatalkan Wabup Muarojambi
Selebaran Kegiatan Valentine di Danau Tangkas Muarojambi (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Masyarakat Muarojambi cukup dikejutkan dengan beredarnya selebaran undangan acara "Festival Cinta Sejuta Tenda" yang bakal digelar di area Wisata Danau Tangkas Desa Tanjunglanjut Kecamatan Sekernan pada tanggal 14 Februari 2020 nanti.

Acara ini disebut-sebut untuk merayakan hari kasih sayang atau yang terkenal di kalangan anak muda sebagai Valentine's Day.

Dalam selebaran tersebut bahkan terpampang foto Bupati dan Wakil Bupati Muarojambi.

Kegiatan ini pun mendapat kritikan dari masyarakat karena dinilai tak sesuai dengan adat dan kultur budaya ketimuran khususnya di Muarojambi Bumi Sailun Salimbai.

Terkait perihal ini, Camat Sekernan, Kemas Ismail Azim, langsung dipanggil Wabup Muarojambi Bambang Bayu Suseno pada Rabu (15/1) siang.

BBS saat dikonfirmasi mengatakan, Pemkab Muarojambi meminta panitia acara di Desa Tanjunglanjut, dibatalkan.

Pasalnya kata dia, kegiatan itu dinilai tidak sesuai dengan kultur masyarakat setempat. Selain itu panitia juga tidak melakukan kordinasi langsung dengan pemerintah daerah.

"Saya instruksikan agar kegiatan tersebut dibatalkan," tegas BBS Kamis (16/1/20).

Dia sendiri mengaku mendukung, apabila kegiatan itu dapat mengangkat pariwisata di Muarojambi. Tapi juga harus mengedepankan nilai-nilai dan norma adat dan budaya setempat.

Sementara itu, Kemas Ismail Azim saat dikonfirmasi membenarkan pemanggilan itu.

"Ya saya dipanggil pak Wabup, terkait dengan acara itu," kata dia.

Dijelaskannya, beberapa waktu lalu dirinya dihubungi oleh EO dari Kota Jambi. Menurutnya, pihak EO ingin menjalin kerjasama akan mempromosikan Wisata Danau Tangkas, dan akan membuat suatu kegiatan dengan sasaran anak-anak muda.

Seiring berjalannya waktu, ketika brosur mulai disebar oleh pihak EO ternyata ada kritikan dan masukan dari masyarakat.

"Awalnya memang acara itu akan digelar pada malam tanggal 14 Februari itu, namun karena ada kritikan dan masukan, jadi kita akan mundurkan jadwal acaranya," sebutnya.

Katanya, acara tersebut tidak akan dibatalkan. Hanya saja nama dan waktu pelaksanaannya dirubah dan dimundurkan.

"Saya juga sampaikan ke EO-nya, untuk mengganti nama kegiatan itu. Jangan terlalu vulgar. Waktunya dimundurkan. Itu sudah disetujui oleh EO nya, jadi kegiatan ini tetap akan berjalan," sebutnya.

Sementara itu EO yang disebut-sebut menjadi promotor acara tersebut belum bisa dihubungi dan bernada tidak aktif.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi