Ketum PWI Minta Wartawan Buat Berita Mendamaikan, Jangan Mengutip Hoaks

Ketum PWI Minta Wartawan Buat Berita Mendamaikan, Jangan Mengutip Hoaks

BRITO.ID, BERITA BATAM - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Depari mengingatkan semua wartawan membuat berita yang mengandung perdamaian dalam setiap tahapan pemilu agar pesta demokrasi berjalan kondusif.

"Ruang publik harus diisi berita mencerahkan, yang damai. Enggak boleh ke sana ke sini," kata Atal Depari dalam sambutannya saat melantik jajaran pengurus PWI Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Senin (4/2).

Ia menegaskan, wartawan harus indipenden, tidak memihak pada partai dan pasangan calon presiden mana pun. Jurnalis harus berada di tengah, di antara semua peserta pemilu.

Ketua PWI juga mengingatkan wartawan harus membuat berita yang benar, jangan justru mengutip hoaks.

"Ajak masyarakat untuk tenang," kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia menyatakan PWI tengah membentuk masyarakat pers pemantau pemilu (Mapilu) dengan melibatkan seluruh anggotanya di penjuru nusantara.

PWI berencana menjalin kerja sama secara resmi dengan Bawaslu saat pelaksanaan Hari Pers Nasional, 9 Februari 2019 di Jawa Timur terkait dengan pembentukan Mapilu.

Di tempat yang sama, Ketua PWI Kepri Chandra Ibrahim mengatakan siap ikut menyukseskan pemilu melalui Mapilu.

"Masyarakat pers pemantau pemilu akan hadir sampai ke daerah-daerah," kata dia.

PWI Kepri, kata dia, akan terus menjalin kerja sama dengan pemda demi memberikan pencerahan pada masyarakat dengan menyajikan berita-berita yang mencerdaskan.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mendukung komitmen PWI untuk menjaga kondusivitas demi pelaksanaan Pemilu yang damai dan aman.

Ia juga berkomitmen selalu mendukung kegiatan wartawan, yang sudah dianggap sebagai adik sendiri.

"Ini fisik gubernur, tapi hatinya wartawan," kata gubernur. (red)