Layangan Nyangkut di Gardu Bikin Listrik di 7 Kabupaten Kalbar Nyaris Lumpuh Total

Layangan Nyangkut di Gardu Bikin Listrik di 7 Kabupaten Kalbar Nyaris Lumpuh Total

BRITO.ID, BERITA PONTIANAK - Layang-layang yang tersangkut di gardu dan tiang listrik bikin PLN area Kalimantan Barat (Kalbar) kewalahan. Pasalnya, listrik di tujuh kabupaten di Kalbar nyaris lumpuh total akibat layang-layang nyangkut di disconecting switch (DS) instalasi Gardu Induk Parit Baru itu.

"Kejadian ini termasuk luar biasa karena berpotensi menyebabkan terputusnya pasokan listrik hingga terjadinya padam secara meluas dan dalam durasi yang cukup lama," ujar Manajer Unit Pelaksana Pengaturan dan Penyaluran Beban (UP3B) Kalbar Ricky Faisal di Pontianak, Kamis (7/2).

Dia mengatakan tersangkutnya layang-layang di DS Gardu Induk Parit Baru dapat memutus pasokan listrik sebesar 30 MW.

"Jika instalasi gardu induk terganggu, masyarakat akan mengalami padam secara meluas dan dalam durasi yang cukup lama karena Gardu Induk Parit Baru berfungsi mengatur penyaluran beban ke arah luar kota. Sistem kelistrikan Khatulistiwa sudah menginterkoneksi pasokan listrik di tujuh kota dan kabupaten, maka pastinya layang-layang tersebut akan mengganggu semua wilayah," ungkap Ricky.

Menurutnya, selama ini Gardu Induk Parit Baru termasuk lokasi yang jarang sekali terganggu oleh keberadaan layang-layang. Namun, beberapa hari lalu, ada insiden yang jarang terjadi, yaitu layang-layang menyentuh instalasi DS.

"Gardu Induk Parit Baru memang belum kita protect dengan sistem jaring laba-laba seperti gardu induk di lokasi lainnya karena selama ini instalasi gardu induk nyaris tidak pernah tersentuh oleh layang-layang. Kita masih beruntung karena layang-layang yang menyangkut di DS tidak bertali kawat. Sehingga kejadian kemarin tidak langsung menyebabkan hubungan pendek (arus listrik). Namun jika terjadi hujan, pastinya layang-layang yang semula bersifat isolator akan menjadi konduktor dan siap menghantarkan listrik hingga terjadi hubungan pendek (arus listrik)," jelas Ricky.

Lebih lanjut Ricky mengimbau agar masyarakat tidak bermain layang-layang, terutama yang bertali kawat, di dekat jaringan listrik karena akan mengancam keberlangsungan pasokan listrik.

Sementara itu, menurut Saliman (48), warga Parwasal Siantan, sekarang banyak warga yang bermain layang-layang, terutama saat cuaca cerah di sore hari. Keberadaan mereka sangat mengganggu.

"Di Siantan ini banyak sekali warga yang bermain layang-layang, bukan hanya anak-anak, tapi banyak pula orang dewasa yang ikut main. Kadang kita mau tegur khawatir malah jadi ribut, padahal keberadaan mereka sangat mengganggu, bahkan mengancam keselamatan kita bersama. Perlu perhatian aparat terkait untuk menangkap dan menertibkan mereka karena sudah sangat meresahkan. Bila perlu, dihukum berat agar mereka jera," harap Saliman.  (RED)