Massa GejayanMemanggilLagi Kembali Bergerak, Menolak RUU Omnibus Law

Aksi GejayanMemanggilLagi menolak RUU Cipta Kerja atau Omnibus Lawakan digelar siang ini. Aksi massa dari berbagai elemen mulai bergerak menuju titik lokasi aksi di Simpang Tiga Gejayan.

Massa GejayanMemanggilLagi Kembali Bergerak, Menolak RUU Omnibus Law
Istimewa

BRITO.ID, BERITA SLEMAN - Aksi GejayanMemanggilLagi menolak RUU Cipta Kerja atau Omnibus Lawakan digelar siang ini. Aksi massa dari berbagai elemen mulai bergerak menuju titik lokasi aksi di Simpang Tiga Gejayan.

Pantauan, Senin (9/3/2020), pukul 11.50 WIB, massa mulai bergerak dari arah barat. Mereka tampak membawa sejumlah spanduk dengan beragam seruan.

Massa aksi juga tampak membuat panggung sebagai tempat orasi nantinya. Sedangkan arus lalu lintas dari arah barat ke timur mulai tersendat. Demikian juga arus lalu lintas dari utara ke selatan dan sebaliknya. Polisi saat ini mulai melakukan pengaturan lalu lintas.

Diberitakan sebelumnya, peserta aksi akan menyampaikan protes terkait Omnibus Law Cipta Kerja.

"Kami yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UGM ikut turun dalam Gejayan memanggil hari ini. Dari update tadi malam, estimasi 320 orang. Kalau dari kami BEM KM UGM, berfokus di RUU Cipta Kerja," ujar Ketua BEM KM UGM, M Sulthan Farras  melalui pesan singkat pagi tadi.

Sulthan mengungkap ada ratusan mahasiswa UGM yang akan bergabung dalam aksi siang nanti. Menurutnya, aksi kali ini baru sebagai eskalasi awal untuk membangun jejaring antar elemen terkait isu Omnibus Law

"Menumbuhkan kembali kesepakatan bahwa RUU CIPKA (Omnibus Law) kehilangan keberpihakannya pada masyarakat luas dan kue privilege terbesar dari kebijakan ini dihadiahkan untuk golongan pengusaha dan investor," urai Sulthan.

Sedangkan di dunia maya, ramai-ramai netizen mencuit #GejayanMemanggilLagisehingga hastag itu masuk ke daftar trending topik Twitter hari ini.

Sumber: detikcom
Editor: Ari