Mendikbud Pejabat Pertama pakai "Travel Corridor" Indonesia-Singapura

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjadi pejabat Indonesia pertama yang memanfaatkan fasilitas Travel Corridor Arrangement (TCA) atau Reciprocal Green Lane (RGL) Indonesia-Singapura yang mulai berlaku 26 Oktober lalu.

Mendikbud Pejabat Pertama pakai "Travel Corridor" Indonesia-Singapura
Nadiem Makarim. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjadi pejabat Indonesia pertama yang memanfaatkan fasilitas Travel Corridor Arrangement (TCA) atau Reciprocal Green Lane (RGL) Indonesia-Singapura yang mulai berlaku 26 Oktober lalu.

Menteri Nadiem pada Senin bertemu Menteri Pendidikan Singapura Lawrence Wong di Kementerian Pendidikan Singapura, menurut keterangan tertulis KBRI Singapura yang diterima di Jakarta, Senin (14/12).

Nadiem mengatakan kunjungannya ke Singapura penting untuk meningkatkan kerja sama dan saling berbagi pengalaman sistem pendidikan di antara kedua negara.

"Sekaligus untuk memulai kembali kegiatan karena tidak mungkin terus terkekang oleh pandemi COVID-19," katanya.

Menteri Pendidikan Singapura Lawrence Wong menyambut baik kunjungan rekannya dari Indonesia karena bisa menjadi model penerapan TCA kedua negara.

Kunjungan kerja itu dilakukan dengan jumlah yang terbatas dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di mana pada setiap pertemuan maksimal hanya lima orang yang diperkenankan untuk ikut hadir.

Pembicaraan antara menteri pendidikan Indonesia dan Singapura itu berlangsung produktif dan hangat sehingga waktu pertemuan yang semula dijadwalkan berlangsung satu jam menjadi satu setengah jam.

Menteri Nadiem didampingi Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI Nizam, Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan Kemendikbud RI Iwan Syahril, dan Staf Khusus Mendikbud Pramona Dei Soemarno.

Diskusi yang berlangsung di Singapura itu membahas mulai isu pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, hingga tenaga pengajar.

Kedua menteri menyadari tantangan yang terus berkembang dan pentingnya kolaborasi pendidikan antara kedua negara.

Menteri Lawrence Wong menjelaskan tantangan yang dihadapi pendidikan Singapura mulai dari soal pendanaan dan kerja sama antara perguruan tinggi dan fakultas, sistem pendidikan yang berorientasi kepada peningkatan kompetensi dan skill, serta pendidikan kepada orang-orang dewasa untuk menambah pengetahuan.

Belajar dari pengalaman pandemi COVID-19, Wong menjelaskan rencana Kementerian Pendidikan Singapura untuk menerapkan pendidikan campuran (blended education).

"Kami sedang membahas kemungkinan agar ada waktu mungkin satu kali dalam satu minggu, anak didik menjalani sekolah dari rumah dengan menggunakan video conference," ujar Lawrence Wong.

Nadiem dijadwalkan akan tiga hari berada di Singapura. Selain bertemu pejabat Singapura, Mendikbud RI juga dijadwalkan mengunjungi perguruan-perguruan tinggi yang ada di Singapura.

Sumber: Antara

Editor: Ari