Menkeu Lantik 499 Pejabat Eselon II dan III

Menkeu Lantik 499 Pejabat Eselon II dan III

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melantik 499 pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian Keuangan dalam acara yang berlangsung di Gedung Dhanapala, Jakarta, Jumat (14/6).

Pejabat yang dilantik tersebut antara lain terdiri atas 22 orang pejabat Eselon II dan sebanyak 477 orang pejabat Eselon III.

Dari 22 orang pejabat Eselon II yang dilantik, terdapat lima pejabat yang berasal dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta dua pejabat dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Selain itu, sebanyak 14 pejabat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan satu pejabat dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Pelantikan bersama dari beberapa unit eselon ini merupakan simbol bahwa seluruh unit di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) adalah bagian tidak terpisahkan yang memiliki peran penting dalam mengelola keuangan negara.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani berpesan agar pejabat yang menempati posisi dan jabatan baru mampu menjaga jalinan persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut dia, nuansa keberagaman maupun kebhinekaan yang dimiliki Indonesia merupakan rahmat yang patut disyukuri.

Ia juga mengingatkan kepada para pejabat di Kemenkeu bahwa tugas sebagai pengelola keuangan negara tidak ringan. Untuk itu pejabat Kemenkeu harus mampu menghadapi situasi yang berubah, bekerja profesional dan mampu berinovasi.

"Dunia menghadapi situasi yang berubah, ekonomi bergerak, ketegangan antar negara terjadi. Oleh karena itu sebagai pengelola keuangan negara, kita tidak boleh lengah," ujarnya.

Pelantikan pejabat eselon II dan III merupakan bagian dari manajemen kepegawaian yang diharapkan dapat membawa penyegaran bagi organisasi. Proses promosi dan mutasi jabatan di Kemenkeu telah mengimplementasikan manajemen talenta yang berpedoman pada sistem merit.

Dengan kondisi ini, pejabat yang dilantik telah melewati berbagai proses seleksi berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, rekam jejak dan integritas. (red)