Nah Loh! Ketua RT di Depok Jadi Tukang Tagih Iuran BPJS Kesehatan

Nah Loh! Ketua RT di Depok Jadi Tukang Tagih Iuran BPJS Kesehatan
BPJS kesehatan. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - BPJS Kesehatan menggandeng Ketua RT dan RW untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran iuran. Lembaga tersebut juga melibatkan ketua RT dan RW menagih tunggakan iuran.

Pelibatan dilakukan dengan membentuk Desa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan menunjuk para pemimpin daerah setempat menjadi kader program tersebut.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf menjelaskan perusahaan sengaja merancang program Desa JKN dalam rangka memperluas kepesertaan, peningkatan kolektabilitas iuran, dan peningkatan iuran pelayanan kesehatan.

Program itu sejatinya tidak hanya melibatkan para Ketua RT dan Ketua RW, tetapi juga Lurah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kepolisian Sektor, lembaga fasilitas kesehatan tingkat pertama dan klinik masjid.

"Hasilnya, salah satunya bentuk dukungan para RT dan RW untuk ikut mengingatkan masyarakat sekitar yang menjadi peserta PBPU dan menunggak, sekaligus menyisir kriteria masyarakat yang tidak mampu untuk diusulkan menjadi peserta PBI APBD," ungkap Iqbal, Kamis (12/9).

Dengan pelibatan tersebut, Iqbal berharap kesadaran bahwa program JKN harus diselenggarakan secara gotong royong terbangun, sehingga kontribusi dari berbagai pihak masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut bisa meningkat.

"Kan menyampaikan (penagihan iuran) dengan cara yang baik dan sopan juga," imbuhnya.

Iqbal mengatakan salah satu RT dan RW yang sudah melakukan penagihan tunggakan iuran kepesertaan ialah RT 01-11 di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. "Kelurahan Mekar Jaya memang menjadi pilot project Desa JKN," ujarnya seperti dilansir CNNIndonesia.com. (RED)