Pak Gubernur! Asap Semakin Pekat, Patung Pun Tak Kuat Kabut Asap

Pak Gubernur! Asap Semakin Pekat, Patung Pun Tak Kuat Kabut Asap
Warga memasangkan masker dan kain kafan di patung menari Tugu Selamat Datang Jambi. (Dewi/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi sudah sangat mengkhawatirkan. Kabut asap pekat mulai menyelimuti sejumlah daerah di Provinsi Jambi, bahkan sudah berdampak bagi kesehatan masyarakat. 

Tak hanya itu, hal ini juga disebabkan lambannya Pemerintah Provinsi Jambi dalam menangani persoalan kabut asap.

Bentuk kekecewaan ini muncul dari berbagai pihak, baik melalui aksi demonstrasi dan kegiatan pembagian maskersebagai bentuk kepedulian kepala masyarakat.

Ada juga kekecewaan juga ditunjukkan dengan memasangkan masker di patung selamat datang yang terletak di Simpang Tugu, Bandara Sulthan Thaha Jambi.

"Ini sebagai kekecewaan Kita, dimana pemerintah yang terlambat mengambil sikap tegas tentang kabut asap. Karena kabut asap itu sekarang sudah berani masuk ke rumah kita. Juga berdampak pada kesehatan kita," jelas salah seorang warga, Tajri Dannur yang melakukan aksi.

Seramnya lagi, juga dipasangkan kain kafan kepada patung penari, serta ditambah bendera kuning.

"Dulu pada tahun 2015 kita lakukan hal yang sama pemasangan masker. Ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat Jambi, 2016, 2017, 2018 tidak terjadi kabut asap Seprti ini, Namun sekarang terulang," perjelas Tajri yang biasa akrab disapa Memet.

Tak hanya itu, dalam aksi ini Memet juga memasangkan kain kafan di salah satu patung penari. Sebagai bentuk sindiran keras terhadap Pemerintah.

"Kami pasang kain kafan dengan maksud patung saja bisa mati, apalagi kami," tutup Tajri Dannur. (RED)

Reporter : Dewi Anita