Pengamat Jambi: Jika Tidak Percaya MK, Lalu Percaya Siapa Lagi?

Pengamat Jambi: Jika Tidak Percaya MK, Lalu Percaya Siapa Lagi?

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Jelang pelaksanaan sidang Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat,  suhu politik di Provinsi Jambi kondusif.

“Jambi sudah aman dan orangnya damai-damai, langkah yang diambil Forkompinda Provinsi Jambi menyerukan pesan damai sebelum dan usai pengumuman hasil pemilu saya rasa sudah tepat,” kata Pengamat Politik Provinsi Jambi Mochammad Farisi di Jambi.

Sebelum diumumkannya hasil pemilihan umum tahun 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) didaerah itu gencar menyerukan pesan damai kepada masyarakat, khususnya di Provinsi Jambi. Bahkan seruan damai tersebut turut disampaikan oleh tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di daerah itu.

Menurut Farisi masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam proses persidangan saat ini hanya perlu memantau dan memonitor jalannya persidangan melalui media-media yang ada. Masyarakat tidak boleh mendelegitimasi MK, masyarakat harus membangun persepsi dan harus yakin bahwa MK adalah lembaga yang diamanatkan undang-undang untuk melakukan penyelesaian sengketa hasil pemilu.

“Jika kita tidak percaya dengan MK, kita harus percaya dengan siapa lagi. Kita juga harus mendorong, mendorong dan mengawasi MK untuk independen dan berintegritas, meski kita yakin integritas hakim di MK tidak perlu diragukan namun tetap harus diawasi,” kata Mochammad Farisi.

Dikatakannya, masyarakat tidak perlu melakukan tindakan-tindakan inkonstitusional, karena tindakan inskonstitusional tersebut tidak akan berpengaruh terhadap putusan dalam persidangan di MK. Karena hakim akan memutuskan hasil persidangan tersebut berdasarkan alat bukti dan saksi-saksi.

Sementara itu, menurut Farisi pernyataan yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak calon presiden sudah cukup menyejukkan. Serta pernyataan dari MK yang akan benar–benar mengawal dan menjaga sidang dengan baik turut menyejukkan.

“Apapun hasilnya nanti itulah hasil pengadilan, karena hakim adalah wakil Tuhan di dunia, apapun hasilnya semua pihak harus menghormati,” tutupnya. (red)