Presiden Yakin Program Satu Peta Bisa Hapus Urusan Perizinan

Presiden Yakin Program Satu Peta Bisa Hapus Urusan Perizinan

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan Program Satu Peta yang sudah efektif akan dapat menghapus urusan perizinan dalam kegiatan bisnis. "Ke depan, urusan perizinan, dengan adanya peta digital ini, tidak perlu lagi yang namanya izin lokasi, untuk apa pakai izin-izin lokasi, sudah ketahuan semuanya kok," kata Presiden Jokowi ketika meluncurkan Geoportal Kebijakan Satu Peta dan Buku Kemajuan Infrastruktur Nasional 2018 di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (11/12).

Menurut Kepala Negara, prosedur perizinan justru akan membuat ruwet masalah upaya mendorong perkembangan dunia usaha. "Kebijakan Satu Peta ini larinya ke mana mana, dan kita sudah komitmen bersama ini harus jalan," katanya.

Jokowi mengungkapkan bahwa kunjungan ke lapangan di berbagai daerah selama ini untuk memonitor pembangunan infrastruktur, menyadarkan dirinya bahwa di Indonesia banyak masalah tumpang tindih pemanfaatan lahan.

"Semakin ke lapangan, semakin tahu di mana mana tumpang tindihnya, tapi dengan kebijakan one map policy ini, tumpang tindih bisa kita selesaikan," katanya.

Ia gembira karena satu peta saat ini sudah mengintegrasikan 83 dari 85 peta tematik di Indonesia. "Karena itu saya sangat mengapresiasi. Ini sudah kita siapkan sejak lama upaya untuk mempercepat kebijakan ini," katanya.

Selain mengatasi tumpang tindih pemanfaatan tanah, kebijakan itu juga akan membuat perencanaan pembangunan lebih akurat lagi karena bukan hanya berdasarkan data tapi juga berdasarkan peta yang detail. "Membangun irigasi, bendungannya di mana, irigasinya lewat mana akan ketahuan semuanya dengan peta ini," katanya.

Presiden mengatakan bahwa pekerjaan terkait kebijakan satu peta baru dimulai. Ia meminta kementerian lembaga memperhatikan dan melaksanakan sejumlah hal yaitu pertama, segera melakukan penambahan peta tematik yanh dibutuhkan untuk penyelasaian masalah tumpang tindih pemanfaatan lahan.

Kedua, segera memanfaatkan peta indikatif tumpang tindih untuk menyelesaikan tumpang tindih pemanfaatan lahan.

Ketiga, segera memanfaatkan produk kebijakan satu peta itu dalam perencanaan pembangunan berbasis spasial. "Keempat setiap kementerian lembaga dan daerah perlu berkerja sama dan berkolaborasi utk menyelesaikan isu isu tumpang tindih dan menghilangkan ego sektoral," katanya. Presiden juga meminta kepala daerah mempercepat penetapan batas desa dan kelurahan karena saat ini masih banyak yang belum selesai. "Untuk Badan Informasi Geospasial saya juga perintahkan untuk menyusun mekanisme data updating yang efektif dan menyiapkan peta dasar dengan skala yang lebih besar," kata Presiden Jokowi. (red)