Rumah Sakit MMC Diminta Beri Kepastian Nasib Karyawan yang Dirumahkan

Rumah Sakit MMC Diminta Beri Kepastian Nasib Karyawan yang Dirumahkan

BRITO. ID, BERITA JAMBI - Polemik karyawan Rumah Sakit MMC menjadi sorotan dari berbagai pihak. Termasuk Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).

Roida Pane, Korwil KSBSI mengatakan terkait karyawan MMC yang dirumahkan dan hanya menerima gaji separuh harus dilihat sebab akibatnya.

"Ya ini kalau dilihat memang ada sebab dan akibatnya. Jika memang hal itu terjadi dikarenakan imbas dari beberapa hal, ya seperti MMC berpengaruh karena pemutusan kontrak BPJS tergantung dari kesepakan karyawan dan managemen," ungkap Roida melalui sambungan telpon.

Roida mengungkapkan jika kedua belah pihak menerima keadaan yang ada dengan membuat kesepakatan persetujuan dinilai sah-sah saja.

"Namun jika memang belum ada kepastian kapan akan kembali dipekerjaka, ya baiknya PHK saja, kasian kan," jelas Roida.

Jika pihak managemen belum mendapatkan pemasukan yang baik, seperti sebelum pemutusan kontrak oleh BPJS untuk membayarkan hak karyawan, itu juga menjadi jalan membantu kedua belah pihak.

Managemen tidak perlu membayarkan gaji karyawan yang dirumahkan setiap bulannya, dan karyawan bisa mencari pekerjaan.

"Dengan catatan uang pisah atau PHK karyawan harus tetap diberikan sesuai dengan undang - undang mengaturnya. Karena tetap hak adalah hak dan kewajiban adalah kewajiban," ungkapnya. (red)

Reporter: Dewi Anita