TKN Sebut Riza Patria Pura-pura Tak Tahu soal Pemilihan Komisioner KPU

TKN Sebut Riza Patria Pura-pura Tak Tahu soal Pemilihan Komisioner KPU

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjawab TKN Jokowi-Ma'ruf soal 5 komisioner KPU diusulkan fraksi pengusung 02 dengan menyatakan bahwa seluruh anggota KPU terpilih disepakati 10 fraksi di DPR secara bulat. TKN menyebut BPN berlagak 'pikun'.


Sebelumnya, juru debat BPN, Ahmad Riza Patria yang juga Wakil Ketua Komisi II dari Fraksi Partai Gerindra, membeberkan komposisi fraksi di DPR. Dia menyebut hanya ada 4 fraksi partai pendukung Prabowo-Sandiaga di parlemen dari 10 fraksi yang ada sehingga tuduhan 5 komisioner KPU diusulkan fraksi pendukung 02 menurutnya tidak masuk akal.
 

"Riza Patria seperti kura-kura dalam perahu alias pura-pura tidak tahu bahwa pemilihan komisioner KPU pada saat itu belum ada koalisi paslon 01 maupun paslon 02, di mana fraksi-fraksi di DPR masih cair dan bahkan PAN masih bergabung dengan Kabinet Kerja Jokowi," ujar anggota TKN, Inas Nasrullah Zubir, dalam keterangannya, Selasa (23/4/2019).
 

Inas mengatakan DPR saat ini seperti tak memiliki oposisi. Menurutnya, bisa saja semua fraksi di Komisi II DPR menyepakati 7 nama komisioner KPU atas nama kepentingan.

"Sudah menjadi rahasia umum di DPR bahwa yang namanya opisisi di DPR sama sekali tidak ada, yang ada adalah kepentingan, sehingga semua 10 fraksi bisa saja saling bekerja sama tanpa melihat lagi oposisi maupun koalisi pemerintah, bahkan bisa terjadi misalnya dalam komposisi voting di komisi, terbentuk kelompok Gerindra, PDIP, PAN, Hanura bergabung lalu berhadapan dengan kelompok Golkar, PKS, PKB, NasDem, PPP," sebut Inas.

"Sedangkan pemilihan komisioner KPU RI dari 14 orang calon yang dikirim pansel ke DPR, bukan berdasarkan koalisi maupun oposisi tapi berdasarkan usulan fraksi dengan anggota terbanyak. Karena komisioner KPU RI hanya 7, maka yang bisa mengusulkan hanya PDIP, Golkar, PKB, Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, sedangkan PPP, Nasdem dan Hanura hanya memberikan penguatan kepada usulan fraksi-fraksi besar," imbuh dia.

Inas kembali berbicara soal dugaan kerja sama antara fraksi-fraksi besar di DPR terkait kesepakatan pemilihan nama komisioner KPU saat ini.

"Bisa juga fraksi besar mengusulkan 2 orang calon komisioner dengan bekerja sama dengan fraksi yang kecil sehingga punya orang di KPU sejumlah 2 komisioner," ucap dia.

 

Debat TKN-BPN soal nama-nama komisioner KPU ini berawal dari Inas yang tak setuju dengan cara-cara BPN yang menurut mereka terus menerus menaruh kecurigaan kepada KPU selaku penyelenggara pemilu. Inas mengatakan fraksi-fraksi di Komisi II DPR yang kini mendukung Prabowo-Sandi merupakan pihak yang mengusulkan 5 nama komisioner saat ini.

Untuk diketahui, KPU saat ini dijabat Arief Budiman sebagai ketua. Adapun 6 komisioner KPU lainnya ialah Ilham Saputra, Evi Novida Ginting Manik, Wahyu Setiawan, Pramono Ubaid Tanthowi, Hasyim Asy'ari dan Viryan.

"Perlu diketahui juga oleh masyarakat bahwa 5 orang dari 7 orang komisioner KPU-RI yang ada sekarang ini adalah usulan dari Fraksi Gerindra, Fraksi PAN, Fraksi PKS dan Fraksi Demokrat, sehingga tidak ada alasan bagi kubu 02 untuk mencurigai kinerja KPU RI," kata Inas tanpa menyebutkan lima nama yang ditekankannya itu seperti dilansir detikcom. (red)